Jabatan Sekwan Jadi Incaran



Jabatan Sekwan Jadi Incaran
Peserta lelang jabatan Pemkab Mura memaparkan makalah yang menjadi salah satu syarat di depan pansel, Senin (9/1). Foto Maryati Palembang Pos
Posted by:

MURA –  Ternyata jabatan sekretaris daerah (sekwan), menjadi posisi yang paling banyak diincar Aparat Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas (Pemkab Mura). Terbukti dari 13 jabatan yang dilelang, jabatan sekwan paling banyak peminatnya.

Dimana dari 37 peserta, lima diantara mengikuti seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi di lingkungan Pemkab Mura untuk posisi sekwan. Diikuti posisi jabatan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Tranmigrasi, Dinas Sosial, masing-masing diikuti 4 ASN.

Berbanding terbalik dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan (PP). untuk posisi jabatan Kadis PP tersebut panitia terpaksa membatalkan lelang. Karena dari awal pembukaan pendaftaran hingga ditutup pendaftaran bagi peserta lelang jabatan, hanya satu peserta yang mendaftar. Sehingga panita menunda seleksi  untuk posisi Kadis PP.

Hal itu diakui Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKP-SDM), H Rudi Irawan, melalui Kabid Mutasi dan Kepangkatan, Amin Subagja, disela-sela proses seleksi, Senin (9/1).

Namun siapa saja peserta untuk jabatan sekwan, Amin, berdalil tidak ingat dan tidak mau menyebutkan satu namapun. Begitupun ketika ditanya soal jabatan yang diikuti oleh H Burlian, suami wakil bupati Mura. “Itu nama-nama peserta ada dipengumuman, tetapi kalau posisi yang diikuti saya lupa,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Prof Kgs M Sobri, yang juga Dekan Fakultas Ilmu Sosisal dan Ilmu Politik (FISIP) Unsri, menjelaskan bahwa poin-poin penting dalam paparan yang menjadi penilaian adalah inovasi dan pembaharuan. Selain itu, pada wawancara juga dinilai minat dan motivasi pejabat dalam mengikuti seleksi tersebut, termasuk prilaku dan karakter pejabat bersangkutan.

“Nanti hasilnya untuk peserta lebih dari 3 diambil 3 besar, sedangnya yang kurang dari tiga akan dibuatkan juga urutan 1 dan 2, namun hasil akhirnya tetap pada bupati, karena urutan tidak menunjukan peringkingan,” jelas Sobri.

Pantauan Palembang Pos, peserta seleksi yang keluar dari ruang seleksi terlihat sedikit tegang. Bahkan diantara mereka ada yang merasakan panas dingin saat dicerca sejumla pertanyaan dari tim seleksi. Tangan mereka terasa dingin saat keluar dari ruangan dan berjabat tangan dengan para awak media. (yat)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses