10 Kali Cabuli Putri Kandung

10 Kali Cabuli Putri Kandung
AKBP Prasetyo ketiga menggelar kasus tersangka pencabulan putri kandungnya sendiri. Foto Denni/Palembang Pos
Posted by:

PANGKALAN BALAI – Biadab apa yang dilakukan Heriyanto (50). Pasalnya sebagai orang tua bukannya melindungi anaknya, malah warga Banyuasin ini tega memakan alias memerkosa putri kandungnya sebut saja Bunga (23). Tidak tahan melihat kelakuan sang ayah, Bunga nekad mengadukan kepada ibunya yang kemudian dilaporkan ke Polres Banyuasin.

Mengetahui adanya tindakan kekerasan anak dan asusila, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Banyuasin dengan segera menindak lanjuti perkaranya. Hingga setelah cukup kuat bukti dan saksi, maka pada Rabu siang (07/9), pelaku Heriyanto diringkus pihak kepolisian.

Terungkapnya perbuatan keji pelaku, setelah TA (48), mengetahui perbuatan biadab suaminya dari cerita putrinya tersebut. Tak pelak bak seperti disambar petir di siang bolong itu, TA segera membicarakan masalah itu dengan keluarganya, kemudian diputuskan untuk melaporkan kasus tersebut ke Polres Banyuasin.

Tepatnya Kamis (18/8) lalu, TA didampingi keluarganya melaporkan kasus itu ke polisi. Untuk meminta perlindungan dari perbuatan ayahnya yang lebih rendah dari pada binatang dan mengadilinya. Diceritakan TA, ibu korban, bahwa dari pengakuan Bunga, kalau ia sudah mengalami kekerasan seksual atau pemerkosaan sejak kelas 3 SD atau saat berusia 10 tahun.

Kapolres Banyuasin AKBP Prasetyo R Purboyo, didampingi Kasatreskrim AKP Agus Sunandar SIk, dan Kanit PPA Ipda Firmansyah menegaskan, telah mengamankan pelaku pemerkosaan putri kandungnya tersebut.

“Akan tetapi saat kejadian kekerasan seksual itu, korban tidak sampai hamil. Saat lakukan itu, sang bapak mengeluarkan spermanya diluar. Rupanya tidak hanya Bunga mengalami kekerasan seksual, rupanya Melati (28), juga sebagai ayuk Bunga pernah mengalami kekerasan seksual yakni sang bapak cuma menempel kemaluannya, tidak sampai diperkosa,” jelas Prasetyo.

Untungnya Melati sadar masa depannya terancam, segera pindah tempat tinggal di rumah neneknya, untuk menghindari kebiadaban ayah kandungnya itu. “Pelaku memanfaatkan situasi, saat sepi, waktu istrinya pergi jualan di Pasar Jakabaring,” timpalnya. Untuk memberikan efek jera, tersangka Heriyanto bisa diganjar pasal 46 UU RI No 23 Tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga, dengan ancaman penjara selama 15 tahun.

“Aku melakukan aksi bejat itu dikarenakan terus terang istri sibuk berdagang di Pasar Jakabaring, Palembang. Dari jam 10 malam berangkat, saat rumah pagi, dan aku merasa kesepian. Ditambah lagi melihat kemolekan anak kandung sendiri pada saat di rumah. Sering pakai celana pendek, jadi terangsang. Kalau tidak salah sekitar 10 kali,” kelit Heriyanto sambil mengakui katanya spermanya tidak keluar didalam, karena takut putrinya hamil. (adi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses