10 Kg Sabu ‘’Ditarik’’ dari Peredaran

10 Kg Sabu ‘’Ditarik’’ dari Peredaran
Posted by:

PALEMBANG – Jajaran Direktorat Reserse Narkotika Polda Sumsel ‘’menarik’’ peredaran 10 kilogram sabu-sabu dari sindikat narkotika lintas provinsi. Barang haram tersebut disita dari enam tersangka yang merupakan pengembangan dari kasus 3 kg sabu dan 4.950 butir ekstasi yang terendus aparat keamanan di Bandara SMB 2 Palembang pada Kamis (22/03/18) yang lalu.
Keenam tersangka yakni Okta (23) dan Tr (21), warga Surabaya Jawa Timur; CS (22), warga Tuban Jawa Timur; MH (38), warga Pasuruan Jawa Timur; FD (22), warga Banyuwangi Jawa Timur, dan Ah (24), warga Jember Jawa Timur. Pengungkapkan sindikat sabu ini, berawal dari ditemukannnya paket berupa bungkusan serbuk teh rasa lemon, apel, black currant dan god day coppy freez di Bandara SMB 2.
Setelah diperiksa di dalamnya berisi sabu seberat 3 kg. Didalamnya juga ada narkotika jenis ekstasi sebanyak 4.950 butir warna biru logo R.
“Sebelumnya petugas menemukan 3 Kg sabu plus 4.950 butir ekstasi logo R warna biru, dengan tujuan Banjarmasin. Pelakunya sempat melarikan diri dengan menggunakan SIM palsu. Kemudian dilakukan penyelidikan dengan memantau mereka. Hasil investisigasi, kami tangkap 6 orang dengan 9 kg sabu,” kata Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara SIk dalam gelar perkara di Mapolda Sumsel, kemarin.
Dijelaskan, selain modus pengiriman paket ke bandara, untuk mengelabui petugas, salah satu tersangka yakni Okta menggunakan korset yang dimasukan ke dalam badan.
“Ini dibawa lewat darat. Sabu 1,5 kg sengaja ditempel dalam korset lalu tutup dengan pakaian. Tidak hanya itu, untuk mengelabui anjing pelacak, sabu paketan diberi serbuk kopi. Tujuannya agar tidak tercidum anjing pelacak. Emang anjingnya dikira goblok apa oleh pelaku ini,” beber Kapolda.
Dilanjutkan, hasil tes labfor menunjukan berwarna kebiru-biruan pekat. “Bagus sekali kualitasnya menunjukan ini,” ungkapnya.
Sedangkan pengakuan tersangka Oka, ia mengirimkan barang atas suruhan Leto. “Saya disuruh Leto (DPO), sekali antar diupah Rp 10 juta pakai korset untuk 3 kg sabu. Kalau ditambah lagi Rp 25 juta, rencana mau dibawa ke Jakarta,” ungkapnya.
Terpisah, seorang pengedar sabu juga atas nama tersangka Dedi alias Dedet (40) ditangkap di Jalan PSI Lautan, Lorong Ledukan, RT 35 Ilir, Kecamatan 35 Ilir, Kecamatan Ilir Barat 2, Selasa (10/04/18), sekitar pukul 17.30 WIB. Malam itu, petugas kepolisian melakukan penggeledahan di rumah Dedi.
Di ruangan tengah ditemukan sebuah bungker didalamnya ada sebuah ember cat merek Venilex warna putih. Di dalam ember tersebut ada sebuah paketan dari bungkus teh merek Guanyiwang warna hijau, tidak lain sabu-sabu seberat 1.034 kilogram.
Dari pengakuan tersangka Dedi, sekilo lebih sabu itu didapatnya dari pelaku ET (DPO). Atas tindakannya itu, tersangka Dedi berikut barang bukti lantas digelandang ke Polda Sumsel untuk mempertanggungjawabkan tindakannya.
“Atas kejahatannya itu, tersangka akan kita jerat dengan pasal 112 ayat 2 KUHP pasal 114 ayat 2 KUHP dan UU No 35 Tahun 2009 dengan ancaman pidana mati, seumur hidup dan minimal 20 tahun” tegas Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain didampingi Kombes Pol Farman SIk MH. (adi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses