13 Pelatih SONS Bakal Degradasi

13 Pelatih SONS Bakal Degradasi
Posted by:

 

 

Palembang-Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel menggelar evaluasi bagi 43 pelatih Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya (SONS) Sumsel di ruang rapat KONI Sumsel, Kamis (11/01/18) siang. SONS 2018 nantinya hanya akan mempekerjakan maksimal 35 pelatih saja.

SONS memiliki 11 cabang olahraga (cabor) yaitu, atletik, renang, angkat besi, judo, takraw, voli, dayung, tenis meja, pencak silat, taekwondo, dan gulat. Kepala SONS Sumsel Mitrisno  mengatakan, saat ini tidak boleh lagi pelatih yang buta akan teknologi. Sebab, hal itu akan berpengaruh terhadap prestasi atlet yang dibinanya.

“Saya setuju sekali soal pelatih harus bisa IT. Zaman sekarang ini memang manual itu sudah tertinggal sekali. Jadi bagus kalau KONI menerapkan standar itu,” imbuh Trisno.

Tidak tanggung-tanggung, Trisno sepakat jika penguasaan IT menjadi faktor penentu apakah pelatih tersebut diperpanjang kontraknya atau tidak. Sebab, untuk tahun 2018 kuota pelatih SONS akan dikurangi.

“Kemampuan anggaran kita hanya maksimal 35 orang. Artinya ada pengurangan sekitar 13 orang,” bebernya.

SONS, diungkapkan Trisno, memberikan honor Rp 2 juta per bulan bagi pelatih. “Memang soal anggaran ini berat. Tapi 2019 mendatang saya yakin bisa naik jadi Rp 3,5 juta per bulan,” tandasnya.

Untuk pemilihan pelatih, dikatakan Trisno sepenuhnya menjadi kewenangan KONI Sumsel. Dijelaskannya, SONS dikelola bersama oleh Disdik Sumsel, Dispora Sumsel, serta KONI Sumsel.

Koordinator Tim Evaluasi Samsu Ramel menyebutkan, pihaknya memang ingin melihat raport para pelatih satu belakangan. “Hasilnya banyak pelatih yang belum menerapkan IT dalam pembelajaran. Padahal hal ini sangat penting karena disesuaikan dengan sport science,” katanya.

Minimal, dilanjutkan Ramel, para pelatih bisa menggunakan komputer. Dengan melek teknologi, para pelatih dapat memaksimalkan dalam pelatihan.

“Salah satu contohnya istilah Polar Test. Itu tes denyut nadi dan jantung menggunakan alat. Jadi lebih akurat, tidak lagi seperti dulu, dimana pelatih masih meraba secara manual,” imbuhnya.

Untuk itu, KONI Sumsel siap memfasilitasi para pelatih untuk meningkatkan kemampuan IT. “Bisa saja mengirimkan mereka ke penataran atau pendidikan. Selain itu kita akan mengadakan coaching klinik seperti sebelum-sebelumnya,” jelasnya. (kie)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses