18 Jam Terjepit Batu

18 Jam Terjepit Batu
Posted by:

Peristiwa menyedihkan terjadi Selasa (20/2/18) siang sekitar pukul 13.30 WIB. Anggota Pramuka SMP Negeri 1 Kota Pagaralam ini sedang melakukan kunjungan untuk syuting video pendek mengenai kegiatan Pramuka di lokasi air terjun Sendang Derajat, Dempo Makmur, Pagaralam.
Sungguh meninggalkan kenangan pahit bagi siswa SMPN 1 Kota Pagaralam. Salah seorang siswa Kelas VIII H, Nanda Raka Fadzila (14), yang akrab disapa Raka, tenggelam usai terjun di bebatuan besar di lokasi, sekitar pukul 13.40 WIB Selasa (20/2/18) kemarin.

Setelah melakukan pencarian selama 18 jam terhadap Nanda Raka Fadzila (14), siswa Kelas VIII H, SMP Negeri 1 Kota Pagaralam yang tenggelam di lokasi air terjun Sendang Derajat, Kelurahan Dempo Makmur, Kecamatan Pagaralam Utara membuahkan hasil.
Setelah sempat dihentikan pada pukul 18.00 WIB, kemarin (20/2/18), tim gabungan Basarnas, Tagana, aparat kepolisian, pihak keluarga serta guru, Rabu (21/2/18) pagi kemarin kembali melakukan penyelaman dan penyisiran di sekitar lokasi.

Sekitar pukul 08.45 WIB, Tim SAR gabungan terdiri dari Basarnas, Satgas BPBD, organisasi pecinta alam, relawan, TNI, Polri dan elemen masyarakat berhasil menemukan dan mengangkat jasad Raka dari ceruk Air Terjun Sendang Derajat.
Jerit histeris keluarga Nanda Raka Fadzila (14) pecah seketika, tatkala jasad Raka berhasil ditemukan dan dievakluasi Tim Gabungan yang melakukan proses pencarian di lokasi Air Terjun Sendang Derajat, Kelurahan Dempo Makmur, Kecamatan Pagaralam Utara, Rabu (21/2/18) pagi.
Informasi dihimpun mendapati, evakuasi jasad Raka dilakukan setelah tim gabungan melakukan penyelaman hingga dasar ceruk Air Terjun, begitu memastikan secara persis kondisi dan posisi korban, barulah tim gabungan mengangkat korban ke permukaan air.
Dari tubuh korban masih didapati seragam lengkap Pramuka, yang dikenakan Raka sewaktu Dia melompat ke telaga. “Ketika ditemukan Korban tidak hanyut, tapi ‘tersangkut’ di batu,” jelas Koordinator Pos SAR Pagaralam, Lettu (SAR) Iwan Saputera.
Saat ditemukan kondisi jasad Raka terjepit di antara batu besar, dinding dan dasar telaga. Dan inilah menyebabkan korban tidak mampu muncul ke permukaan, ditambah lagi debit dan arus Air Terjun yang tinggi, usai hujan turun deras dari Selasa pagi.
Begitu jasad diangkat, isak tangis dan deraian air mata seketika langsung pecah, bahkan pihak keluarga ada yang menceburkan diri ingin ikut mengevakuasi. Namun, sempat diimbau Tim Gabungan dapat membantu dengan tidak menghalangi proses evakuasi.
Usai berhasil dievakuasi, jasad Raka langsung di bawa menuju RSUD Besemah Kota Pagaralam, untuk dilakukan visum dan pemandian jenazah.
“Kita menerima jasad Raka di Rumah Sakit, buat dilakukan visum dan pemandian jenazah. Secara visual kondisi tubuh korban, sudah mulai melebihi ukuran tubuh normalnya. Setelah proses selesai, korban langsung dibawa ke rumah duka,” tutur Direktur RSUD Besemah Kota Pagaralam, dr Dian Netha I, dibincangi wartawan koran ini.
Menurut keterangan Elma, rekan korban yang ikut serta ke lokasi kejadian. Awalnya, para siswa terjun bersama dari sebuah batu besar dengan ketinggian sekitar 3 meter dari permukaan air. “Pertama kami sempat loncat bersama,” cerita Elma.
Sesudahnya lanjut Elma, korban mengutarakan keinginannya untuk kembali terjun, namun sempat dicegah, akan tetapi korban bersikeras ingin mencoba lagi. Ketika lompat untuk keduakalinya, korban terlihat melambaikan tangannya seperti tenggelam. “Agung sempat melihat korban tenggelam. Saat ditolong, Agung justru ikutan terseret arus deras, karena tak bisa berenang,” katanya.
Mengetahui ada yang tenggelam, rekannya yang lain langsung menyelamatkan Agung terlebih dahulu. Namun tragisnya Raka sekejap mata sudah menghilang dari permukaan air terseret arus deras. “Agung berhasil diselamatkan oleh kawan-kawan yang lain. Sedangkan Raka sudah tidak terlihat lagi,” beber Elma.
Evakuasi pencarian korban dilakukan hingga pukul 18.00 WIB, Selasa (20/2/18) kemarin oleh tim gabungan Basarnas, Tagana, aparat kepolisian, pihak keluarga serta guru, dengan melakukan penyelaman dan penyisiran di sekitar lokasi. Namun warga Talang Kelapa ini tak kunjung ditemukan, akibat debit air yang tinggi dan terjunan air deras saat itu.
(cw08)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses