2 Pelajar SMA Ikut UAS di Rutan

2 Pelajar SMA Ikut UAS di Rutan
Salah seorang siswa SMA mengikuti Ujian Akhir Siswa (UAS) di Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Sarang Elang Baturaja, kemarin.  Foto len/Palembang Pos
Posted by:

BATURAJA – Dua orang siswa SMA, yakni AK dan AI terpaksa harus mengikuti Ujian Akhir Siswa (UAS) di dalam Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Sarang Elang Baturaja, karena kasus hukum yang membelit mereka. 
Diketahui AK (17) merupakan salah satu tersangka yang terlibat dalam kasus pembunuhan Branch Operasional Manager (BOM) Bank Mandiri Cabang Baturaja, Yoppi Novrianto beberapa waktu lalu. 
Meski suasana sedikit berbeda dari ruang ujian sekolah umumnya, tetapi dengan tenang dan santai AK (17) mengerjakan satu persatu soal UAS.
Kepala Rutan Kelas II B Sarang Elang Baturaja, Chaerul Umri, melalui Kasi Pelayanan Tahanan, Ismaton, saat ditemui di ruangan kerjanya membenarkan, ada 2 orang warga binaan rutan yang mengikuti UAS.
“Ada dua warga binaan atas nama AK dan Al dari dua sekolah yang berbeda mengikuti ujian di dalam rutan,” ungkapnya. 
Dia menjelaskan, pihaknya sangat mendukung warga binaan Rutan Sarang Elang yang mengikuti ujian dan menyediakan satu ruangan yakni ruang rapat digunakan oleh warga binaan melaksanakan ujian.
“Sengaja kita khususkan supaya bisa tenang dan nyaman mengikuti ujian. Bahkan saat ujian, keduanya kita wajibkan menggunakan seragam sekolah biar merasa seperti suasana sekolah,” ujarnya.
Ismaton mengatakan, pihak rutan hanya bisa memfasilitasi dan mendukung warga binaan yang mengikuti ujian, tentunya atas permintaan pihak sekolah. Jika bukan sekolah meminta, pihak Rutan tak tahu apakah warga binaan yang bersangkutan masih terdaftar atau tidak. 
Beberapa hari sebelum UAS, pihak sekolah telah mengirim surat pemberitahuan dan permintaan fasilitas agar yang bersangkutan melaksanakan ujian di dalam Rutan.
‘’Kita sangat mendukung karena pendidikan adalah hak mereka. Pastinya ada pemberitahuan dari sekolah. Bisa saja mereka mengaku kelas XII tapi tidak terdaftar,” tegasnya.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan OKU, Drs Mahyudin Helmi MM, melalui Kabid Pendidikan Pengajaran, Hj Erwani Santi SPd MM, dikonfirmasi membenarkan ada dua warga rutan yang mengikuti UAS.

Sementara, AK yang dibincangi mengaku, tak mengalami  kesulitan saat mengerjakan soal matematika dan Sosiologi yang diujikan.
“Tidak susah, dan soal bisa dijawab,” ujar anak yang lahir pada 13 Mei 1998 itu.
Seperti murid lain yang melaksanakan UAS di sekolah, AK juga diberikan waktu dua jam, yakni pukul 07.30 – 09.30 WIB dan 10.30 –  12.30 WIB. (len)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses