2,2 Kg Sabu Masuk Sumsel

2,2 Kg Sabu Masuk Sumsel
Kapolda Sumsel saat memusnahkan narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi di Mapolda Sumsel, Jumat (12/8). Foto Agus/Palembang Pos
Posted by:

PALEMBANG – Peredaran narkoba di Sumatera Selatan semakin berbahaya saja. Sebab, selama dua bulan terakhir, narkoba jenis sabu-sabu yang masuk ke Sumatera Selatan mencapai 2,274 gram dan ekstasi sebanyak 2.372 butir.

Hal ini terungkap dalam pemusnahan barang bukti narkoba hasil ungkap kasus Direktorat Reserse Narkoba dan Satuan Reserse Narkoba Polresta Palembang selama dua bulan terakhir, di Mapolda Sumsel, Jumat (12/8).

Kapolda Sumsel Irjend Pol Djoko Prastowo mengatakan, peredaran narkoba di Sumsel sudah sangat masiv. Pasalnya, para bandar narkoba sekarang tidak lagi menggunakan jalur darat maupun jalur laut.

“Iya, ini terbukti kita menangkap tersangka yang merupakan pasangan suami istri di Bandara membawa narkoba jenis sabu-sabu seberat 700 gram dari Bandara Medan,” kata Djoko kepada wartawan usai memusnahkan barang bukti di Mapolda Sumsel.

Djoko menambahkan, Sumsel juga merupakan pasar yang potensial bagi para bandar narkoba, untuk mengedarkan barang haram tersebut. “Pengguna narkoba di Sumsel tidak lagi dari kalangan atas saja, karena sudah merasuki seluruh kalangan,” tandasnya.

Ke depan, lanjut Djoko, pihaknya ingin Sumsel bebas narkoba. Hal ini sesuai dengan program Presiden RI Joko Widodo yang ingin Indonesia Zero Narkoba untuk beberapa tahun mendatang. “Semua pihak mulai dari instansi pemerintah, lembaga maupun masyarakat harus berkomitmen untuk mengatasi hal ini. Karena masalah ini merupakan masalah bersama,” tandasnya.

Sementara itu, untuk memastikan kandungan sebelum melakukan pemusnahan barang bukti narkoba berupa sabu dan ekstasi hasil ungkap kasus dalam kurun waktu dua bulan, Juni hingga Juli tersebut, petugas Lafbor Cabang Palembang terlebih dahulu melakukan pengujian.

Hasilnya, diketahui sebanyak seribu lebih ekstasi yang diketahui merupakan hasil pengungkapan Satuan Reserse Narkoba Polresta Palembang diketahui oplosan. Ekstasi berwarna merah jambu dengan logo bintang tersebut, setelah dilakukan pengujian dengan bahan tertentu, diketahui mengandung bahan parasetamol.

“Untuk yang berwarna merah jambu ini, bukan ekstasi asli, melainkan telah dioplos dengan parasetamol. Sehingga, kualitasnya kurang dan ini dilakukan kemungkinan untuk mencari keuntungan lebih,” jelas seorang petugas Lafbor Cabang Palembang yang melakukan pengujian terhadap seluruh barang bukti yang akan dimusnahkan tersebut.

Selain mendapati adanya ekstasi yang dioplos dengan parasetamol, dalam pengujian yang dilakukan tersebut, juga didapati ekstasi yang juga mengandung campuran obat cacing. “Kalau yang ini yang berwarna hijau dengan logo delapan mengandung campuran obat cacing dan ini efeknya lebih tinggi atau lebih bahaya ketimbang dibandingkan yang biasanya,” terangnya.

Diketahui, barang bukti narkoba berupa sabu dan ekstasi yang didapatkan dari delapan orang tersangka, yang dua diantaranya pasangan suami istri (Pasutri) asal Medan tersebut, dimusnahkan dengan cara dijus, setelah diblender dicampur deterjen, lalu dibuang ke dalam septic tank. (cw02)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses