262 Peserta Ikut UN Paket B

262 Peserta Ikut UN Paket B
Kabid PNF Disdikpora saat meninjau langsung pelaksanaan UN paket B di SDN 1 Palembang.
Posted by:

PALEMBANG – Sebanyak 262 peserta dari Paket B (SMP sederajat), mengikuti pergelaran Ujian Nasional (UN). Pasalnya, pergelaran ini diikuti oleh remaja hingga orang tua berusia mulai 14 sampai 57 tahun.
Kepala Bidang Pendidikan Non Formal (PNF), Bahrin SPd MM mengatakan, ujian paket B lebih sedikit dari tahun lalu. Soalnya 2016 ini saja, diikuti 262 peserta dari 18 PKBM yang ada di Kota Palembang.
‘’Kalau tahun lalu sekitar 300 peserta. Pergelaran ini serentak bersama seluruh SMP se-Kota Palembang, tapi waktunya saja berbeda tepatnya siang pukul 13:00 WIB,” ujarnya.
Mengenai soal paket B ini, sedikit berbeda dengan soal SMP pada umumnya. Walaupun, begitu materi yang diujikan tetap sama, tentang pelajaran Bahasan Indonesia.
Untuk pergelaran ini, pihaknya tidak melarang batasan umur. Ujian kesetaraan Paket B, diberlakukan untuk membantu masyarakat putus sekolah dan tidak berkesempatan bersekolah. Bukan alasan karena malas sekolah dan hanya menginginkan jalan singkat.
“Ya, mengenai masih ada orang tua ikut ujian paket ini. Siapa tahu dia butuh ijazah SMP buat melamar pekerjaan sebagai Kepala Desa (Kades) atau mau menempuh pendidikan selanjutnya,” bebernya.
Sebagaimana tingkat formal, Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) tak lagi menjadi penentu kelulusan siswa. Kecuali hanya sebagai alat pemetaan saja.
Sejak program Paket B ada, nilai kelulusan selalu mengandalkan hasil UNPK dan gabungan nilai semester sebagai kriteria kelulusan.
Jadi yang menentukan kelulusan siswa B, tutor dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Peserta lulus ujian Paket B, memiliki hak yang sama dengan siswa regular.
‘’Mereka bisa menggunakan ijazahnya untuk melanjutkan ke ke pendidikan berikutnya atau untuk melamar pekerjaan,” ungkapnya.
Salah satu peserta ujian Paket B, Lukman mengatakan, meski sudah berumur 57 tahun, tetapi tetap semangat dan memberikan contoh kepada anak muda putus sekolah, bahwa menuntut ilmu tak mengenal batas usia.
‘’Selagi kita mempunyai kemauan, disitu pasti akan ada jalan. Digelarnya paket B ini, sangat membantu bagi yang putus sekolah, mereka bisa belajar melalui lembaga PKBM,” pungkasnya. (roi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses