311 Guru se-OKU Raya Ikuti UTN

311 Guru se-OKU Raya Ikuti UTN
Terlihat-guru-yang-berasal-dari-Kabupaten-OKU-OKU-Timur-dan-OKU-Selatan-saat-mengerjakan-soal-UTN-di-Lab-SMK-Yis-Martapura
Posted by:

MARTAPURA- Sebanyak 311 guru TK, SD, SMP, SMA dan SMK yang berasal dari Kabupaten OKU, OKU Timur dan OKU Selatan mengikuti Ujian Tulis Nasional (UTN). Guru yang mengikuti UTN ini merupakan guru yang tidak lulus Pendidikan Latihan Pengembangan Guru (PLPG) yang dilakukan beberapa waktu lalu di Universitas Sriwijaya (Unsri). Kegiatan dilaksanakan dari Jum’at (1/2) hingga Selasa (5/2) di gedung Lab SMK Yis Martapura.

Andi Yulian selaku tim teknis yang juga dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sumsel mengatakan, selama pelaksanaan UTN yang berlangsung selama lima hari ini, tidak ada kendala dan berjalan dengan lancar. Karena proses UTN sudah didukung dengan sarana dan prasarana yang sudah teruji juga didukung tempat yang nyaman dan lahan parkir yang luas, sehingga semua peserta dapat mengerjakan soal dengan tenang.

“Dari Jumat lalu hingga hari ini Alhamdulillah tidak ada kendala dalam pelaksanaan UTN ini, baik dari jaringan internet maupun PLN tidak ada kendala,” ungkapnya.

Dirinya juga menjelaskan, setiap sesi pelaksanaan UTN ini peserta yang masuk hanya 21 orang saja, selanjutnya bergantian sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. “Dalam satu hari ada 3 sesi pelakasanaannya, mengingat waktu yang di butuhkan dalam satu sesi sekitar 2 jam lebih,” jelasnya.

Sementara, kepala SMK Yis Martapura Drs Tasman, MM melalui wakil Kepala sekolah Lukmatul Arif mengatakan, meskipun pihak sekolah hanya memfasilitasi pelaksanaan UTN ini, namun pihak sekolah tentu sangat bangga, karena telah menjadi pelaksana kegiatan ini.

“Alhamdulillah syukur dari awal pelaksanaan hingga hari terakhir ini tidak ada kendala, walaupun dihari pertama ada sedikit kendala pemadaman PLN sebentar, tapi ini tidak berpengaruh pada pelaksanaan karena kita sudah menyiapkan jenset,” ungkapnya.

Dirinya berharap, kedepan pihak sekolah juga mampu menyediakan sarana dan prasarana yang lebih baik lagi meskipun dengan biaya yang terbilang cukup terbatas ini.
“Tentu kedepan kita pihak sekolah akan menyiapkan fasilitas yang lebih baik lagi, baik dari menyediakan sarana dan prasarana maupun kebutuhan lainnya. Dan harapan kita kepada pemerintah jika ada bantuan untuk perawatan fasilitas agar dapat diberikan, mengingat sekolah kita merupakan sekolah swasta jadi biaya perawatan untuk fasilitas juga terbatas,” harapnya. (Cw07)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses