38 Sekolah Terendam Banjir, Siswa Diliburkan

38 Sekolah Terendam Banjir, Siswa Diliburkan
Banjir yang merendam di salah satu sekolah di Kabupaten Muratara membuat aktivitas belajar terhenti untuk sementara waktu. Foto Alam/Palembang Pos
Posted by:



MURATARA – Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Muratara sehingga mengakibatkan kegiatan proses belajar mengajar (KBM) lumpuh. Pasalnya sebanyak 38 sekolah di Empat Kecamatan dengan rician Kecamatan Rawas Ilir 11 SD dan 2 SMP, Kecamatan Karang Dapo 7 SD dan 1 SMP, Kecamatan Rupit 12 SD, 1 TK dan 2 SMP dan Rawas Ulu 2 SD, kondisinya sangat memprihatinkan.

Dengan begitu tentunya kegiatan KBM untuk sementara waktu dilakukan di rumah siswa masing-masing alias siswa diliburkan. Sambari menunggu air surut dan kegiatan KBM dilaksanakan kembali seperti biasanya.

“Dari data yang masuk kepada kita ada 38 sekolah yang terendam banjir dan tentunya KBM tidak dilakukan untuk sementara waktu,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Disdil) Firdaus melalui Ferry Susanto, Bidang Program Kasih Rencana Pembangunan, kemarin.

Dilanjutkannya dari total jumlah sekolah yang ada tidak menutup kemungkinan akan jumlahnya akan bertambah. Hingga sekarang pihaknya masih menunggu laporkan dari KUPT dari masing-masing Kecamatan.

“Ya tidak menutup kemungkinan jumlah tersebut akan bertambah, sebab belum seluruhnya KUPT melaporkan kepada kita jumlah sekolah yang terendam banjir dan mengalami kerusakan,” kata Ferry.

Ia menjelaskan bagi sekolah yang mengalami kerusakan, nanti akan diperbaiki dan tinggal melihat kerusakannya seperti apa. Sebab ada dua kategori, yaitu rusak ringan dan rusak berat.

“Kita mendata sekolah yang rusak dan nantinya akan diperbaiki tergantung dengan kerusakannya seperti apa,” tuturnya.
Sedangkan untuk SMA bisa dipastikan tidak ada, meskipun demikian dikarenakan desanya terendam banjir dan tempat tinggal jauh dari sekolah, maka dari itu pihak sekolah diperbolehkan untuk meliburkan siswanya. Namun jika air sudah surut maka pihak sekolah harus melaksanakan KBM seperti biasanya.

“Jika air sudah surut maka sekolah diwajibkan untuk masuk kembali seperti biasanya dan jangan sampai pihak sekolah memperpanjang masa libur,” tegas Ferry.

Ia menambahkan kebijakan untuk menyuruh siswa belajar dirumah itu demi menjaga keselamatan siswa, apa lagi untuk anak SD tentunya akan berisiko tinggi jika masih saja melaksanakan KBM. Jika dipaksakan juga melaksanakan KBM tentunya tidak akan maksimal dan tentunya anak-anak akan banyak bermain. Selain itu juga menurutnya baju siswa itu akan basah dan akan menyebabkan terganggunya kesehatan mengakibatkan para siswa sakit.

“Demi keselamatan siswa dan juga tidak ingin mengambil resiko, jika dipaksakan tidak akan maksimal,” pungkasnya. (cw1)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses