83 Ribu Warga Sumsel Pengguna Narkoba

83 Ribu Warga Sumsel Pengguna Narkoba
Posted by:

BNN Bentuk Tim Asesmen Terpadu

JAKABARING – Bedasarkan hasil penelitian terakhir yang dilakukan adan narkotika nasional Provinsi Sumsel (BNNP Sumsel) terbaru, diketahui 83 ribu penduduk Sumsel adalah pengguna narkoba. Untuk menekan penyebaran narkoba di Sumsel, PNN Pusat turun langsung ke Sumsel dan membentuk Tim Asesmen Terpadu.
Ketua BNNP Sumsel,  Brigjen Pol Bontor Hutapea  mengatakan, jumlah pengguna narkoba di Sumsel terus bertambah, bahkan berdasarkan hasil penelitian terakhir diketahui 1,5 penduduk Sumsel atau sekitar 83 ribu penduduk telah menjadi pengguna narkoba. Dari jumlah tersebut hanya beberapa persennya saja yang mau melapor dan direhab.
“Saat ini sudah ada pengguna narkoba yang telah sadar dan melapor kepetugas untuk direhab. Selanjutnya mereka ini kita kirim pusat-pusat rehabilitasi di Sumsel. Bagi pecandu yang telah parah, kita kirim ke Lido,” jelas Bontor.
Untuk tahun ini, lanjut Bontor, Sumsel telah mengirimkan 38  pecandu ke Lido. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan kuota untuk Sumsel yang hanya 28 orang. Mengingat pentingnya penanganan narkoba ini, Bontor mengatakan, tahun depan pihaknya akan mendirikan klinik khusus narkoba di sekretariat BNNP Sumsel.
Tingginya peredaraan narkoba di Sumsel mendapat perhatian dari BNN Pusat. Untuk itu BNN Pusat langsung membentuk tim Asesmen Terpadu yang terdiri dari tim medis dan tim hukum yang nantinya akan menilai hasil tangkapan terkait penyalahgunaan narkoba. Tim inilah yang nantinya akan menentukan apakah hasil tangkapan itu perlu ditahan atau direhabilitasi.
”Karena Sumsel merupakan daerah yang rawan, dengan perkembangan narkobanya cukup tinggi, maka kita harus bergerak cepat, sehingga masalah ini bisa diatasi. Untuk itu, kami telah meberikan bimbingan teknis kepada petugas institusi penerima wajib lapor (IPWL) dari BNNP, BNN kabupaten/kota se Sumsel, lembaga rehabilitasi, perwakilan dari rumah sakit, puskesmas dan lainnya,” ujar Pila Musliha, Kepala Seksi Standarisasi dan sertifikasi lembaga masyarakat BNN Pusat, yang ditemui disela-sela bimtek.
Melalui bimtek ini, dirinya berharap petugas bisa mengetahui langka apa yang dilakukan bila ada pecandu yang melapor, serta penanganan yang diberikan seperti apa.(del)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses