Abu Jakfar, Sosok Tertutup dan Berjualan Keripik Keliling

Abu Jakfar, Sosok Tertutup dan Berjualan Keripik Keliling
Rumah terduga teroris di Kebun Bunga Palembang
Posted by:

PENGGEREBEKAN yang dilakukan aparat kepolisian Densus 88 membuat warga sekitar terkejut dan bertanya-tanya. Sebaliknya, kehidupan para terduga umumnya tertutup dengan pergaulan warga sekitar.

Sebuah rumah sederhana terbuat terbuat dari batako, tanpa dilapisi semen, atau cat tembok dengan atap genting, terlihat seperti mau roboh.

Itulah rumah kediaman sang terduga teroris Suwarto alias Abu Jakfar, yang diringkus Tim Detasemen Khusus 88 Antiteros, saat Abu Jakfar berada di Desa Lecah, Kecamatan Lubay Ulu, Kabupaten Muaraenim.

Dari keterangan Kakek Jimmy (60) kakek 26 cucu ini, tetangga sebelah Abu Jakfar juga dibuat keheranan dengan kebiasaan Abu Jakfar dengan istrinya yang sangat tertutup menutup sendiri, bahkan tak pernah bersosialisasi dengan tetangga-tetangga sebelahnya.

“Wajar kita tetangga dekat sebelahan rumah, pengin kenal. Dia (Jakfar) memang sudah lama tinggal disini, sudah 4 tahun. Saking tertutupnya, istrinya juga pakai cadar, anak perempuannya juga bercadar,” ungkap kakek Jimmy.

Kakek Jimmy juga masih keheranan dengan kebiasaan tetangganya itu. “Kalau ganggu gak pernah, usil atau mengunjing dengan tetangga memang gak pernah. Tapi ya itu seminggu sekali rumah ramai, banyak motor parkir di depan halaman, tapi tadi pintu jendela ditutup entah ada perkumpulan apa didalam itu,” timpalnya.

Dikatakan kakek Jimmy, tetangganya Jakfar memang sering berpergian keluar kota. “Katanya pergi ke Muara Enim disanakan ada pondok, sama dua anaknya juga. Nah kalau istrinya setahu kami ada 4, dua di rumah ini bercadar semua. Terus 2 istri lagi di Muara Enim, kalau pagi istrinya ngantarkan keripik singkong, pisang sama macaroni keliling ke warung sama pasar,” bebernya.

Keterangan senada juga disampaikan Mashur (60) ketua RT 73, Jalan Lapangan Kerikil, Kampung Suka Damai, Lorong Perdamaian, RW 14, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarame.

Warganya Abu Jakfar terduga terroris sudah 4 tahun menetap disana, memang dikenal tertutup dan tidak membaur dengan tetangga.

“Tidak pernah membaur, hajatan misalnya walau diundang tidak pernah datang. Palingan kalau gotong royong Jakfar baru keluar. Untuk ibadah Jakfar terlilang rajin, kalau jumatan selalu datang di Masjid Alhikmah,” ungkapnya.

Mashur juga sering mendengar bila Jakfar sering berpergian, beberapa hari saja di rumah kemudian pergi lagi.

“Tidak tahu siapa nama istrinya karena pakai cadar semua. Setahu saya istrinya ada dua, satu lagi bercadar. Nah dalam KK itu Jakfar ada satu perempuan lagi katanya family dekat,” timpalnya.

Rumah Jakfar juga ditinggali istri, dengan 6 orang anak, satu keluarga perempuan tidak pasti hubungannya. Dengan anak kecil umur sekitar 3 tahun, lalu umur 7 tahun, 9 tahun dan semua umuran SMP, dan tiga lagi sudah dewasa.

“Tapi 6 anak Abu Jakfar tidak ada yang sekolah. Dua dibawa ke pesantrenkan di Muara Enim, tempat Abu Jakfar diciduk Detasemen Khusus. Waktu ditangkap Jakfar memang lagi dengan dua anaknya, tapi karena masih kecil makanya dilepas,” bebernya.

Diyakinkan Mashur bahwa Jakfar warganya itu telah ia ketahui tindak tanduknya mencurigakan. “Sudah setahun Jakfar warga kita dicurgai, setahun lalu saya di panggil ke kantor Camat,’’ujarnya.

Sebelumnya, ada anggota dari Mabes Polri minta tolong untuk mengawasi dia karena sudah target operasi di saya diminta membantu. Nah saat penggerebekaan 5 polisi berpakaian preman ke rumah Jakfar.

‘’Barang bukti buku dan paspor dibawa polisi,” ungkap Mahsur yang ikut menyaksikan penggerebekan Densus Minggu (11/12) sekitar pukul 11.30 WIB.

Terpisah kediaman terduga terrorus Imron alias Abu Hasan, yang dibekuk Tim Detasemen Khusus Antiteror di rumahnya di Komplek Graha Persada 4, RT 22, Kelurahan Talang Keramat, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin juga tindak tanduknya serupa alias tertutup dengan tetangga sekitar namun tidak pernah menganggu.

Dari keterangan Zainudin selaku Lurah Talang Keramat, menyebutakan tindak tanduk Imron memang terutup. Dengan kesehariannya berjualan kue di sekitar rumahnya. Imron telah menyewa rumah selama tiga tahun belakangan.

“Habis penggerebekan kini kediamannya digaris polisi, dengan 24 jam dijaga petugas kepolisian,” ujarnya. Namun sang istri dan keluarganya masih tetap beraktivitas seperti biasa juga mengenakan cadar. (adi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses