Ada Apa KPUD Banyuasin ?

Ada Apa KPUD  Banyuasin ?
Posted by:

##Debat Kandidat Sisakan Masalah

BANYUASIN – Debat publik calon Bupati Banyuasin yang diselengarakan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Banyuasin di Graha Sedulang Setudung (GSS), Rabu (18/04/18), menuai kekecewaan dan protes masyarakat. Pasalnya acara debat kandidat tersebut hanya dihadiri tim sukses kelima pasangan calon dan segelintir undangan.
Keterbatasan undangan membuat masyarakat tertahan di luar gedung. Terlebih, tidak ada layar yang menyiarkan debat kandidat di luar gedung tersebut. Apalagi siaran langsung TV untuk mengetahui adu visi misi dari kelima paslon.
Akibatnya, berbagai tudingan miring dialamatkan kepada lembaga penyelenggara pemilu tersebut. Sejatinya masyarakat dapat menikmati debat kandidat itu. Dikarenakan anggaran kegiatan yang merupakan bagian dari tahapan pilkada Banyuasin tersebut mencapai Rp 200 juta. Namun, diduga tidak melalui proses lelang. KPUD Banyuasin berdalil urusan penunjukan langsung pihak penyelenggara adalah Sekretariat KPUD Banyuasin.
Salah satu pengurus Event Organizer (EO) yang minta identitasnya dirahasiakan menyebut, KPUD Banyuasin diduga ‘’bermain’’ sendiri dalam pelaksanaan debat kandidat itu.
“Kami sudah lama menunggu kapan pelaksaan debat itu, dengan harapan bisa berpartisipasi. Kami kira akan ada lelang dan bisa ikut. Ternyata tiba-tiba sudah ada EO-nya,” ucap sumber itu.
Dia tegas menyebutkan, jika tidak ada lelang maka pelaksanan yang diselenggarakan KPUD Banyuasin menyalahi aturan. “Itu jelas di atas Rp 200 juta, harus ada lelang dan sampai pelaksanaannya kami tidak tahu ada atau tidaknya lelang itu,” tegasnya.
Sumber ini menduga, KPUD Banyuasin ada kepentingan tersendiri di balik pelaksanaan debat kandidat yang diselenggarakan di Graha Sedulang Setudung, Rabu (18/4/18) kemarin.
Ketua Fraksi Golkar DPRD Banyuasin, Susi Tiqlal Effendi SE MSi menyayangkan, tahapan pilkada seperti debat publik tidak disiarkan secara langsung dan hanya beberapa orang yang bisa menyaksikan agenda 5 tahun sekali ini.
“Komisi 1 DPRD Banyuasin sudah mengangarkan lebih besar untuk kebutuhan sosialisasi tahapan Pilkada. Oleh sebab itu, KPUD Banyuasin lebih menggunakan media sebagai alat sosialisasi, agar masyarakat memahami mekanisme tahapan Pilkada,” jelas dia.
Untuk agenda debat publik yang kedua, KPUD Banyuasin bisa mengakomodir media lokal Sumsel sebagai sarana informasi, sehingga dengan anggaran kecil dapat tersosialisasikan hingga ke masyarakat bawah.
Suis menambahkan, adanya informasi anggaran debat publik tidak melalui mekanisme lelang, seyogyanya anggaran di angka Rp 200 juta dilakukan tahapan lelang terbuka, sehingga rekanan atau pihak ketiga yang ada di Kabupaten Banyuasin dapat melakukan penawaran sesuai mekanisme yang ada,” tutup dia.
Sementara Kasubag Tehnik Sekretariat KPUD Banyuasin, Agus Fauzi ST MM saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa anggaran penyelenggaraan debat kandidat tidak sampai atau dibawah Rp 200. “Sehingga tidak dilakukan proses lelang,” jelas Fauzi. (cw04)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses