Ada Unsur Kelalaian?

Ada Unsur Kelalaian?
Posted by:

Ambruknya atap rumah dinas Bupati OKI, sekitar pukul 18.25 WIB, Selasa (27/2/18), berbuntut panjang. Selain dibentuk tim khusus juga akan ditelusuri apakah ada unsur kelalaian.
Apalagi, secara teknis atap bangunan pendopo yang ambruk adalah konstruksi baja ringan dengan atap genteng keramik sudah berdasarkan perhitungan teknis.
Belum diketahui pasti penyebab ambruknya atap bangunan terbuat dari rangka baja ringan beratap genteng keramik yang direhab pada 2015- 2016 tersebut.
Dugaan sementara ambruknya bangunan diduga karena bangunan rangka baja tidak kuat menahan beban genteng keramik.
“Baja ringan ini merupakan produk pabrikan bergaransi 10 tahun. Artinya, penggunaan rangka baja ringan ini sudah melalui kajian teknis, dan rehab rumah jabatan bupati OKI dimulai sejak 2015,’’ ujar Madani ST, Kepala Bagian Administrasi dan Pembangunan Pemkab OKI.
Madani tak mau mengaitkan kejadian itu dengan suhu politik saat ini. “Kami (Pemkab) sedang berupaya mencari tahu penyebabnya. Ini murni musibah. Kami langsung mengamankan karena ini rumah dinas,” ungkapnya.
Hasil identifikasi sementara, bubungan rumah dinas yang ambruk terbuat dari rangka baja dan atapnya berbahan keramik.
Madani menyebut rangka baja ringan yang digunakan sebagai rangka penopang genteng sudah memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF).
Pihak pabrikan menurut madani bahkan memberi garansi 10 tahun untuk kerusakan dan kesalahan teknis.
“Ada SLF dan pihak pabrik memberikan garansi hingga sepuluh10 tahun mereka siap ganti dan perbaiki,” ungkap Madani.
Namun demikian, menurut Madani, perbaikan segera dilakukan setelah menerima hasil dari tim investigasi.
Diketahui, Selasa (27/2/18) sekitar pukul 18.30 WIB, atap rumah dinas Bupati OKI tiba-tiba ambruk dibagian tengahnya.
Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena rumah dinas dalam keadaan kosong. Sebab sebelum memasuki cuti kampanye atau sejak 13 Februari 2018 lalu, Bupati OKI non aktif H Iskandar SE bersama keluarga yang sebelumnya menghuni rumah tersebut, sudah meninggalkan rumah dinas untuk melaksanakan cuti kampanye Pilkada.
Ambruknya atap bangunan tersebut membuat sejumlah kerusakan barang didalam rumah. Hal ini juga sempat membuat kaget para jamaah masjid Agung Sholihin yang berjarak tidak sampai 100 meter dari lokasi bangunan yang ambruk.
Suara bangunan ambruk yang cukup keras membuat para jemaah sebagian keluar dari dalam masjid dan mencari sumber suara.
“Kami sempat kaget, karena suaranya cukup keras setalah saya keluar ternyata saya lihat atap rumah dinas bupati Ambruk, namun karena pagar ditutup jadi hanya dilihat dari luar,” ujar seorang jamaah. (jem)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses