Ahok Ibarat iOS, Anies Android, Agus Windows

Ahok Ibarat iOS, Anies Android, Agus Windows
Ilustrasi.
Posted by:

JAKARTA – Pilkada DKI Jakarta tak hanya menjadi ajang adu pintar partai politik dan massa masing-masing calon. Netizen netral juga adu kreatif membuat berbagai meme tentang masing-masing calon.

Namanya juga meme, isinya tentu untuk lucu-lucuan meski banyak yang mengandung kalimat satire. Salah satu meme yang paling menggelitik sudah beredar luas di kalangan netizens. Isinya tentang karakter para calon gubernur.

Yakni Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono. Ketiganya diibaratkan sistem pengoperasian handphone, lengkap dengan karakteristiknya masing-masing.

Ahok diibaratkan iOS. Sekali lagi, namanya juga meme, pasti mengandung kalimat lucu. Ahok disebut memiliki koneksi audio yang kurang compatible. Netizens mungkin ingin menyindir gara bicara Ahok yang sering bikin telinga merah.

Di sisi lain, Anies diibaratkan Android. Performa Anies dinilai masih harus diuji. Kalimat itu sepertinya merujuk pada pengalaman Anies di birokrasi yang belum panjang. Nah, Agus dianggap mirip Windows Phone. Ada kalimat menyentil yang terdapat di meme itu. Yakni, produk sebelumnya sempat menguasai pasar.

Netizens tentu merujuk pada mantan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono yang merupakan ayah Agus. Sekali lagi, namanya juga meme. Ada lucunya, ada sindirannya. Jangan dipikir terlalu serius. Akhir pekan lebih baik untuk melemaskan pikiran.

Karakter masing-masing calon gubernur: Ahok yakni Specs hardware sedang, Performa terbukti sangat tinggi, dan Koneksi audio kurang compatible. Anies Baswedan sendiri, yaitu Specs hardware paling tinggi, Banyak aplikasi gratis, dan Performa masih harus diuji. Terakhir, Agus yakni Fisik cukup tangguh dan tahan banting, Umur baterai lebih panjang, Produk sebelumnya sempat menguasai pasar.

#Yusril Disingkirkan, Agus Dimunculkan

Di sisi lain, koalisi Cikeas yang beranggotakan Partai Demokrat (PD), PAN, PKB dan PPP telah resmi mengusung Agus Harimurti Yudhoyono sebagai calon gubernur DKI Jakarta. Munculnya putra sulung Susilo Bambang Yudhoyno (SBY) itu sekaligus menyingkirkan nama-nama kandidat yang sebelumnya masuk radar PD.

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan, terpilihnya nama Agus sebagai cagub DKI bermula pada pertemuan Koalisi Cikeas yang digelar Rabu (21/9) malam. Saat itu Koalisi Cikeas menyepakati nama Yusril Ihza Mahendra.

Selanjutnya, nama Yusril ditawarkan pula ke Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang tergabung dalam Koalisi Kertanegara. Nama Koalisi Kertanegara merujuk pada rumah Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Namun, Koalisi Kertanegara ternyata menolak nama Yusril. Menurut Syarief, penolakan Koalisi Kertanegara terhadap Yusril didasari pada pertimbangan bahwa tak elok mengusung ketua umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu sebagai cagub DKI. Terlebih PBB yang dipimpin Yusril tak punya kursi di DPRD DKI.

Selain itu, Koalisi Kertanegara juga menganggap Yusril sebagai sosok yang sombong. “Jadi sebenarnya kita sudah menetapkan Pak Yusril namun ditolak, Pak Prabowo dan PKS tidak mau,” ujar Syarief kepada JawaPos.Com, Minggu (25/9).

Lebih lanjut Syarief mengatakan, PD lantas membahas nama Sandiaga Uno yang notabene politikus Partai Gerindra. Namun, di antara partai Koalisi Cikeas tak kompak soal Sandiaga. Alasannya antara lain karena Sandiaga sudah lebih dulu diusung oleh Partai Gerindra.

Selanjutnya muncul nama mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan. Namun, sambung Syarief, ada beberapa partai dari Koalisi Cikeas yang menolak Anies. Setelah itu baru muncul nama Agus Harimurti Yudhoyono. Hanya saja, SBY selaku ketua umum PD justru menolak usulan itu.

Akhirnya hanya ada pertemuan tanpa kesepakatan. “Bahas dulu calon-calon yang lain, kalau Agus terakhir saja,” kata Syarief menirukan SBY. Kemudian pada Kamis (22/9), Koalisi Cikeas kembali menggelar pertemuan untuk membahas nama selain Agus Yudhoyono. Namun, lagi-lagi pertemuan itu berakhir buntu.

Tapi, di sisi lain nama Agus semakin berkibar. “Akhirnya tiba-tiba partai koalisi mendorong nama Mas Agus lagi,” katanya. Syarief menambahkan, SBY tidak kuasa menolak lagi desakan untuk mengusung Agus. Akhirnya Presiden RI dua periode itu pun sepakat untuk mengusung putranya sebagai cagub DKI.

Setelah ada kesepakatan, elite partai Koalisi Cikeas mencoba menghubungi Agus yang sedang berada di Australia. Menurut Syarief, saat itu Agus langsung kaget dan bertanya-tanya alasan Koalisi Cikeas memilihnya sebagai cagub.

Setelah itu Agus meminta waktu untuk berdiskusi dengan sang istri Annisa Pohan. Diskusi panjang pun dilakukan dan akhinya Agus rela untuk diboyong ke Jakarta untuk melawan calon petahana, Basuki T Purnama alias Ahok di Pilgub DKI.

Namun, Agus memberikan syarat. Yakni partai pengusung harus total mendukungnya. Pasalnya, Agus harus melepas statusnya sebagai perwira menengah TNI AD dan itu merupakan keputusan yang berat. “Kalau ini panggilan sejarah dan bangsa untuk kepentingan rakyat saya siap, tapi harus berhasil,” pungkas Syarief menirukan Agus.

#Bertemu Agus, Ahok Pesannya Aneh-aneh

Selain itu, pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, yang telah usai menjalani serangkaian tes di Badan Narkotika Nasional (BNN), berpapasan dengan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang hendak menjalani tes, Minggu (25/9).

Kedua pasangan bakal calon gubernur-wakil gubernur DKI itu terlihat saling menyapa. Apa yang dibicarakan? Bahkan petahana yang akrab disapa Ahok mengaku sempat bercanda dengan Agus.

Ahok menyarankan agar putra Presiden VI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut, meminta petugas BNN mencari rambut yang sudah putih sebagai sampel. “Saya bilang, kalau mau potong rambut suruh pilih yang uban. Supaya yang sisa lebih banyak yang hitamnya (rambut, red) kita,” ujar Ahok sesaat sebelum menaiki sedan hitam, meninggalkan gedung BNN.

Mantan Bupati Belitung Timur ini mengaku kenal baik dengan Agus. Demikian juga dengan orangtua tentara muda berpangkat mayor, yang terpaksa harus mundur dari keanggotaannya di TNI tersebut. Karena itu Ahok sangat menghormati pilihan Agus maju dalam pilkada DKI. “Saya kenal baik (dengan Agus, red), hormat pada bapak-ibunya,” ujar Ahok.

Ahok-Djarot merupakan pasangan bakal calon gubernur pertama yang menjalani serangkaian tes bebas narkoba. Disusul kemudian pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan Agus-Sylviana. “Saya dan Mas Sandi sudah mengikuti proses pengambilan sampel, yaitu sampel rambut dan sampel urine. Kemudian sesudah itu kami ditunjukkan fasilitas laboratorium yang akan menguji itu semua, alatnya canggih-canggih,” ujar Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini setuju, seluruh pejabat yang ada di Indonesia, terbebas dari segala macam narkoba. Pandangan senada juga dikemukakan Agus. Dia berharap seluruh lapisan masyarakat bebas dari narkoba. “Mudah-mudahan ini menjadi contoh yang baik buat seluruh lapisan masyarakat, bahwa kita ingin hidup bebas dari narkoba,” ujar Agus. (gir/boy/sam/jpnn)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses