Ajak 4.000 UMKM Pempek Miliki SNI

Ajak 4.000 UMKM Pempek Miliki SNI
Wawako Palembang, Fitrianti Agustinda saat berkunjung ke pelaku usaha pempek, beberapa waktu lalu
Posted by:

PALEMBANG- Pemerintah Kota Palembang terus mendorong 4000 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) pempek untuk memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI). Ini dilakukan, untuk meningkatkan kualitas pempek, sebagai makanan khas Kota Palembang.

Sebagai langkah awal, Pemkot Palembang bekerja sama dengan Pemprov Sumsel bersama Badan Standarisasi Nasional (BSN) RI saat menggelar pemecahan rekor MURI 18.818 di BKB, Agustus lalu. Dengan ini, diharapkan dapat memotivasi para pengusaha pempek, untuk segera memiliki SNI.

Wali Kota Palembang, H Harnojoyo mengatakan, pihaknya terus berupaya mengedukasi pelaku usaha pempek memiliki SNI dan memotivasi lebih kurang 4.000 UMKM pempek untuk ber SNI.

“Pempek ini sekarang sudah tidak hanya dikenal di dalam negeri, tapi juga sampai ke mancanegara. Nah, dengan memiliki SNI, kita ingin agar pengusaha pempek ini bukan hanya unggul di rasa, tapi juga kualitasnya lebih terjamin,” bebernya.

Sementara Deputi Bidang Informasi dan Standarisasi BSN, Zakia mengatakan, pihaknya terus melakukan edukasi kepada seluruh UMKM khususnya pempek untuk memiliki SNI.

“Kalau yang sudah memiliki SNI berarti sudah kita periksa cemaran narkoba dan logam berat. Jadi, produk yang disajikan bukan hanya sehat tapi berkualitas,” jelasnya.

Selain itu, juga menggalakkan masyarakat untuk mengonsumsi penganan yang memiliki protein tinggi serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya memakan ikan atau dengan gemar makan ikan.

“Kami sangat mengapresiasi tiga UMKM pempek yakni Pempek Rizki, Pempek Honey dan Pempek Tince karena telah memiliki label SNI,” ujar Zakiyah.

Ia menambahkan, produk penganan ikan ini menjadi produk yang mendunia karena pempek sudah terkenal di Malaysia, Singapura dan negara tetangga lainnya.

“Ini menjadi modal dasar UMKM untuk mengembangkan label SNI. Saat ini BSN sudah menetapkan 73 produk olahan dari ikan termasuk pempek. Terpenting adalah, setelah berstandar baik keamanan dan higienis juga aman untuk dikonsumsi,” pungkasnya.

Sedangkan Vivi, Owner Pempek Sultan mengaku, saat ini sedang mengurus untuk mendaftarkan produknya ke BSN, sehingga terstandarisasi SNI. “Sekarang sedang proses, saat ini masih di Dinas Perikanan Sumsel. Setelah itu, baru ke BSN,” ungkapnya.

Namun, lanjut Vivi, sampai saat ini dia belum tahu pasti berapa biaya yang akan dikeluarkan untuk administrasi SNI ini. “Saya dengar berkisar Rp 10 juta-Rp 40 juta. Kalau memang benar, ini sangat mahal. Mungkin untuk UMKM kecil akan keberatan. Tapi, semoga saja tidak benar,” keluhnya.

Vivi sendiri mengakui, dia termotivasi untuk mendaftarkan usahanya ke BSN, karena ingin menjadikan produknya lebih berkualitas dan tentunya bisa mendunia.

“Harapan saya, kalau sudah ada SNI akan menunjang usaha saya agar lebih maju. Bukan hanya di Palembang saja, tapi kalau bisa sampai ke mancanegara,” tukasnya. (ika)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses