Akustik Regge Warnai Khasanah Lagu Daerah

Akustik Regge Warnai Khasanah Lagu Daerah
Calista Band membawa lagu Bujang Bersemah, membuka lomba musik akustik di acara Polsri Tourism Competition. Foto Denni/Palembang Pos
Posted by:

Palembang-Musik menjadi salah satu sarana ekspresi yang tak terpisahkan dari majunya sebuah kebudayaan. Maka acara Polsri Tourism Competition (PTC) diprakarsai mahasiswa Usaha Perjalanan Wisata, kampus Unsri Palembang, mengangkat lagu-lagu daerah, dengan menjadi lebih berwarna dengan sentuhan musik modern, agar dikenal secara lebih luas.

Diutarakan Ayukdilah (21) salah satu penyelegara lomba musik akustik dengan tema “generasi cerdas promotor pariwisata”, untuk mengangkat lagu-lagu daerah Sumsel, untuk terus berdegung akrab ditelinga anak-anak muda dewasa ini.

“Musik akustik yang dilombakan ini mengangkat lagu-lagu daerah, jadi bagaimana supaya lebih baik lewat sentuhan musik moderen. Secara otomatis, peserta juga jadi tahu dan kenal, maka lagu daerah tetap akrab ke telinga pendengar muda harapan kita begitu” ungkapnya.

Dikatakan mahasiswi ADM Bisnis Polsri semester 5 ini, untuk lagu utamanya memang lagu daerah Sumsel seperti Ya Saman, Pempek Lenjer, Dek Sangke dan Cut Mailang. Namun tetap memberikan pilihan lagu bebas keduanya baik lagu dalam maupun luar.

Accoustik Competition, merupakan salah satu rangkaian lomba di gelar tanggal 11-12 November di Gedung Graha Pendidikan Polsri Palembang. Acara pin dibuka Calista Band, dengan menembangkan lagu Bujang Besemah, kemudian secara bergiliran sebanyak 19 peserta lomba musik akustik menyuguhkan lagu daerah dan umum.

Lincang Band, salah satunya membawakan lagu Ya Saman serta lagu dari luar. Perpaduan suara yang serasi begitu pas dengan music, begiti memanjakan telinga pendengar. Selanjutnya penampilan cukup unik adalah band Octopus, menggubah lagu daerah Cut Mak Ilang bergenre musik akustik regge. Selain terasa lebih asik tetapi pesan yang dibawakan tetap sampai ke telinga audience.

Sementara tanggapan Ricky SE selaku salah satu juri accoustik competition kemarin, mengatakan bahwa dengan perlombaan tersebut, merupakan adanynya satu nilai positif untuk merangsang lagu daerah kembali ke pendengar notabennya anak muda dan pelajar.

“Karena selama ini lagu pop dan barat lebih digandrungi. Sekarang ini, bagaimana lagu daerah ini tetap digemari. Saya juga sangat terkesan dengan para pesertanya berdatading, meliputi dari umum bahkan dari pelajar lebih banyak berpartisipasi” ungkapnya.

Menurutnya, antusiasnya peserta menunjukan bahwa musik semakin maju, baik itu musik mengusung dengan tema lagu daerah. “Kemudian untuk kualitas, saya berpikir salah satu group akustik dari kasus PGRI paling mampu menggugah lagu daerah jadi lebih bagus dengan musik modern. Tetapi  ternyata dari kelompok akustik pelajar SMA juga bisa bertanding dan malah menjadi juaranya,” cetus pria kesehariannya sebagai instruktur piano dan musik jass ini.

Owner Calista studio musik juga menyebutkan, dari para peserta yang unjuk gigi, disebutnya sangat beragam dalam membawakan lagi daerah, dengan aransemen sebagain telah menunjukan kemampuan bermusiknya. Seperti musik ragge, jass walking bass dan sebagiainya, semakin inovatif sehingga membuat lagu daerah menjadi lebih menarik. (adi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses