Alat Berat Gagal Evakuasi-Puluhan Titik Longsor

Alat Berat Gagal Evakuasi-Puluhan Titik Longsor
Ruas jalan Sumsel-Bengkulu yang ditutup longsor
Posted by:

Putusnya jalan menghubungkan Sumsel-Bengkulu di Desa Tanjung Sakit Lahat, sejak Minggu (18/02/2018) lalu, sepertinya bakal berlangsung lama. Proses evakuasi menggunakan alat berat belum mampu membersihkan jalan yang tertutup longsor.

Tak ayal, sejak ruas jalan negara yang menghubungkan Sumsel-Bengkulu, di Desa Tanjung Sakit, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, Kabupaten Lahat, tertutup longsor, Minggu (18/02/2018) atau sekitar pukul 18.00 WIB, aktivitas masyarakat pun ikut berimbas.

Hubungan masyarakat dua provinsi pun ikut putus. Sebab ruas jalan yang menghubungkan Lahat-Bengkulu Selatan itu, satu-satunya akses terdekat masyarakat. Kebutuhan ikan air tawar dan hasil bumi berupa pisang dan kelapa yang didatangkan dari wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan, Kaur dan Selama, Provinsi Bengkulu, terpaksa dihentikan.

Begitu juga sebaliknya kebutuhan sayuran dari wilayah Lahat dan Kota Pagaralam tidak dapat didistribusikan ke wilayah Bengkulu bagian selatan itu. Padahal kebutuhan ikan air tawar masyarakat Kota Pagaralam, Lahat, Muara Enim didatangkan dari Bengkulu Selatan, selain dari Lubuk Linggau.

“Sama sekali tak bisa melintas. Ada puluhan titik longsor yang menutup badan jalan,” ujar Toni (42), sopir ekspedisi ikan air tawar ke wilayah Muara Enim, dihubungi via seluler. Toni mengungkapkan, puluhan armada ikan yang setiap hari bermuatan ikan dari Bengkulu Selatan menuju wilayah Sumsel, tidak beraktifitas sama sekali.

Begitu mobil yang biasanya membawa kelapa dan pisang. “Bukan saja angkutan barang seperti kami ini. Penumpang saja tidak bisa berangkat. Banyak kawan-kawan yang terjebak di wilayah Tanjung Sakti,” ujarnya. Tiga unit alat berat yang diturunkan untuk membersihkan material longsor belum mampu membersihkan sekitar 20 titik longsor, di wilayah Desa Tanjung Sakti, Kecamatan Tanjung Sakit Pumi, Kabupaten Lahat itu.

Hingga berita ini ditulis proses pembukaan badan jalan masih berlangsung. “Ada 10 titik besar, ini baru titik ke lima,” ujar Camat Tanjung Sakti Pumi, Samsul Bahri SPd, via seluler Senin sore (19/02/2018).Sejak Senin pagi hingga sore, ungkap Samsul, alat berat belum mampu menyingkirkan batu besar yang menutup badan jalan di titik longsor ke lima. Sehingga proses pembersihan diperkirakan masih membutuhkan waktu lama. “Ada batu besar sama sekali belum bisa disingkirkan. Belum bisa dipastikan kapan jalan bisa dilewati, saya masih di lokasi,” jelasnya. (rif)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses