Almarhum Luki Fernando, Pelajar SMAN 9 Lubuklinggau Dimata Teman dan Gurunya

Almarhum Luki Fernando, Pelajar SMAN 9 Lubuklinggau Dimata Teman dan Gurunya
Posted by:

Humoris, Andalan Setiap Event Kesenian

Luki Fernando (17), warga Kelurahan Lubuk Tanjung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau, Senin (27/1), telah pergi untuk selama-lamanya. Namun kepergian siswa kelas 11 IPA1 ini, ternyata juga menyimpan kenangan tak terlupakan bagi teman-teman dan gurunya. Berikut cerita keseharian Luki dimata teman dan guru SMA Negeri 9 Kota Lubuklinggau tersebut.

Maryati – Lubuklinggau

Isak tangis dan teriakan histeris pecah di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit (RS) Dr Sobirin. Ya dalam ruangan tersebut terdapat tiga sahabat tengah menjalani garis tangan mereka masing-masing. Deka Saputra (17), dan Juandi (16), berjuang untuk tetap bertahan, agar bisa kembali pulih seperti sediakala.
Tetapi teman mereka Luki, justru terbujur kaku dan telah pergi untuk selamanya sebelum tiba di RS tersebut. Kondisi itu bukan hanya merajam hati keluarga Luki, tetapi juga menyayat hati teman-teman dan guru mereka di sekolah.
Terlebih Luki dikenal sebagai pemuda yang memiliki talenta yang lengkap di bidang seni. Selain pandai bergitar, menyanyi, Luki juga terkenal humoris. “Begitu mendengar semua ini, saya langsung lemas dan sedih,  karena ikut kehilangan,” ungkap Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 9 Lubuklinggau Siti Dahniar, dijumpai di depan ruangan IGD, kemarin (27/01).
Menurut wanita yang mengenakan hijab ini, bukan hanya keluarga Luki yang merasa kehilangan, tetapi pihak sekolahpun ikut merasakan hal itu. Terlebih Luki merupakan salah satu siswa andalan untuk setiap event kesenian, karena dialah yang mewakili dan membawa nama sekolah  mereka. “Sekarang Luki pergi, artinya tidak ada lagi Luki yang membawa nama sekolah kami di setiap perlombaan cabang kesenian,” kata Siti.
Kecelakaan maut itu juga membuat rekan-rekan korban seolah tidak percaya. Meski setelah peristiwa tragis tersebut, baru mereka sadari telah ada firasat yang ditunjukkan oleh Luki. “Luki itukan orangnya ramah, ceria, dan biasanya ramelah kalau ada dia. Tetapi hari ini (Senin, 27 Januari 2014,red), kami tidak melihat Luki, bahkan kami juga tidak menyadari kehadiran Luki di sekolah. Karena suasana ceria yang biasa dimunculkan Luki tidak ada dan rasanya berbeda saja,” ungkap Edo Firanda, dan Qomarul Iqbal, serta teman-teman satu kelas Luki.
Ternyata hilangnya keceriaan Luki itu, merupakan pertanda dia juga akan hilang ditengah-temah mereka. Karena Luki akan pergi untuk selama-lamanya. “Ternyata itu firasat,” ujar gadis berambut panjang yang duduk disebelah Edo, mengakhiri cerita mereka. (**)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses