Ambil Undian Lokasi Berjualan, Ratusan Pedagang ‘Serbu’ Disperindagkop

Ambil Undian Lokasi Berjualan,  Ratusan Pedagang ‘Serbu’ Disperindagkop
Para pedagang saat mendatangi Kantor Disperindakop Ogan Ilir, Senin (9/10). Foto usuludin Palembang Pos
Posted by:

INDERALAYA – Sekitar 500 pedagang pasar Impres Inderalaya berdatangan ke Dinas Perdagangan, Industri, Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Pemkab Ogan Ilir (OI), Senin (9/10). Mereka memenuhi undangan instansi tersebut untuk menarik undian, terkait lokasi penempatan lokasi berjualan sementara di lapangan terpedo Inderalaya. Sementara lokasi di pasar Impres Inderalaya segera dibongkar untuk rehabilitasi pasca terjadinya kebakaran beberapa bulan yang lalu. Namun sayangnya kantor Disperindagkop terlihat sangat sempit untuk menampung ratusan pedagang sehingga terkesan amburadul.

Salah seorang pemilik toko emas bernama Budi mengatakan, bahwa para pemilik toko dan ruko di pasar Inderalaya telah mendapat undangan jika hari ini (kemarin) ada pengundian penempatan lapak di pasar sementara lapangan torpedo.”Informasi dan sosialisasinya masing belum jelas maka sesuai undangan ini kami bersama pedagang lain mendatangi Disperindagkop OI biar semuanya terang karena ini merupakan soal Periuk nasi kami,” ujarnya.

Menurut Ketua Plh Komisi 2 DPRD OI Kusharyadi Alun serta Herman Masruddin anggota DPRD OI dapil 2 mengatakan, perpindahan para pedagang pasar Inderalaya ke lokasi pasar sementara di Lapangan Bola torpedo karena adanya perbaikan gedung pasar Inderalaya.Karena itu dirinya berharap saat pelaksanaan pengundiam penempatan lokasi pasar torpedo harus dengan asas keadilan dan keterbukaan agar tidak ada masalah dikemudian hari.

Sementara urusan penerangan listrik pihak pemerintah tidak dapat menyediakannya, karena wewenangnya secara tehnis ada di PLN.Sebelumnya anggota DPRD OI dari Komisi 2 ini kurang sependapat jika lokasi di lapangan torpedo dijadikan penampungan sementara para pedagang, karena lokasi parkirnya sempit dan dikhawatirkan akan membuat macet kendaraan yang melewati di jalan lintas timur.Sementara itu H Ir Tapip, selaku Kepala Disperindagkop OI saat dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya memprioritaskan pengundian terlebih dahulu bagi para pemilik toko dan ruko yang akan ditempatkan sementara. Dimana mereka adalah pemilik toko yang tidak memiliki tunggakan pembayaran retribusi perbulannya.

“Bagi yang menunggak kita tetap akan mengundinya namun harus buat pernyataan terlebih dahulu, seperti pedagang yang menjadi korban kebakaran. Kemudian untuk lapak di pasar sementara berjumlah sekitar 678 unit yang disiapkan, dengan ukuran 3×2 meter dan 2×1,5 meter, hal ini dilakukan sebagai langkah penertiban administrasi,” katanya. (din)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses