Anggaran Minim, Partisipasi Terancam

Anggaran Minim, Partisipasi Terancam
Ketua KPU Sumsel

Palembang,-
Kondisi keuangan daerah yang kian melemah, telah mempengaruhi banyak program kegiatan di Sumsel, salah satunya anggaran untuk pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Sumsel 2018. Kondisi ini diprediski akan mempengaruhi partisipasi pemilih, karena sosialisasi menjadi salah satu point yang dananya ikut dipangkas.

Ketua KPU Sumsel, Aspahani yang ditemui usai pertemuan dengan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin di kantor Pemprov Sumsel, belum lama ini mengatakan, untuk masalah anggaran, Gubernur mengatakan pemprov hanya sanggup menyediakan dana Rp 405 M dari Rp 441 M yang diajukan untuk menyukseskan pilkada gubernur-wakil gubernur Sumsel 2018 mendatang.
”Terkait masalah ini, gubernur meminta KPU membahas secara serius sehingga KPU dapat menerima kepastian dana itu ada atau tidak. Dengan kondisi ketersediaan dana yang sangat kurang, Pak gubernur meminta bagaimana itu dilakukan penghematan-penghematan,” kata Aspahani.

Menurut Aspahani, pihaknya sudah melakukan penghematan, terutama pada kebutuhan sosialisasi. Namun, lanjut Aspahani kebutuhan sosialisasi menjadi pertaruhan juga bila dananya sangat minim. “Saya khawatir partisipasi pemilih turun, maka itu nanti disepakati untuk dibahas lebih lanjut dan memastikan bahwa dana tersebut tidak bisa dialkukan penghematan demi memenuhi kebutuhan logistik dan Tempat Pemungutan Suara (TPS),”jelas dia.
Karena menurut Aspahani, partisipasi itu berhubungan langsung dengan sosialisasi. Karena KPU berkewajiban untuk menyamapikan informasi tentang calon, seperti visi misi, Program kerja dan lainnya, untuk disebar ke masyarakat. Sehingga masyarakat tidak memilih kucing dalam karung.

Karena KK di Sumsel hampir 2,5 juta KK, maka dibutuhkan bahan cetak yang akan disebar maksimum 100 persen. Namun, ungkap Aspahani KPU sudah diturunkan jumlahnya menjadi 77 persennya saja, tetapi kualitas pilkada dinilai masih baik. akan tetapi bila diturunkan lagi, maka dia khawatir partisipasi bisa lebih rendah.

Ia menjelaskan kebutuhan KPU Sumsel untuk tahun 2017 ini dimungkinkan Rp 80 M, sementara sisa dari Rp 405 M tersebut akan dicairkan pada 2018 mendatang. “Secara ketersedianya dana yang sudah masuk ke APBD 2017 itu baru 50 persen yakni Rp 40 M,” bebernya.(del)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply