Anggaran Minim, SMA Tetap Kirim Duta OSN

Anggaran Minim, SMA Tetap Kirim Duta OSN
Posted by:

BANYUASIN – Penyelenggaraannya di SMAN 1 Banyuasin III Pangkalan Balai – Sebanyak 450 siswa SMA menjalani seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten Banyuasin, Kamis (1/3/18) kemarin. Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMA Negeri 1 Banyuasin III selama satu hari. Peserta OSN merupakan siswa terbaik dari berbagai SMA yang di 19 kecamatan.
Dari 40 unit lebih jumlah SMA di Kabupaten Banyuasin mengikuti seleksi OSN digelar serentak secara nasional di Indoesia, hanya tiga SMA tidak mengirim peserta. Alasannya SMA tidak mengirim duta OSN berbagai faktor, mulai dari keuangan sekolah hingga wilayah sekolah jauh terpencil di daerah perairan.
Saat Pemantauan di lapangan kemarin, terlihat sejumlah guru dan kepala sekolah terpaksa harus menggunakan angkutan mobil pribadi untuk mengantar siswanya mengikuti OSN dilaksanakan di SMAN 1 Banyuasin III, bahkan ada juga yang menyewa kendaraan umum dengan memakai dana pribadi. Berdasarkan pengakuan dari kepala SMA di wilayah perairan bahwa, meraka harus menyewa spedbood dengan biaya di atas Rp 1 juta untuk pulang pergi mengantar dan menjemput siswa. Sedangkan anggaran sekolah mulai dari Januari hingga akhir Februari 2018 sangat minim, sekolah terpaksa berhutang demi mendidik anak bangsa. “Dana gratis provinsi tidak cair, dana bantuan operasional sekolah (BOS) juga sama, namun kegiatan awal tahun sangat banyak, pihak sekolah terpaksa harus berhutang, karena minimnya anggaran sekolah, belum lagi kegiatan OSN dan persiapan ujian sekolah bersatandar nasional (USBN),” keluh seorang kepala sekolah minta namanya dirahasiakan.
Sejatinya, program sekolah gratis yang sudah enam bulan dan BOS sudah dicairkan oleh pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, sehingga sekolah tidak menanggung beban hutang. Seperti kegiatan OSN, cukup memakan biaya tinggi, makanya beberapa sekolah tidak mengirim siswa, lantaran keterbatasan anggaran. Sementara Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Banyuasin, Ridwan Nawawi. MSi dimintai tanggapannya membenarkan tiga sekolah tidak mengirim wakil siswa mengikuti seleksi OSN tingkat provinsi. “Hanya tiga sekolah tidak mengirim, selainnya mengirim semua, namun ada yang 7, 8 siswa, sejatinya 9 siswa, karena sesuai dengan jumlah mata pelajarannya,” ungkapnya.
Menurut dia, masing-masing sekolah menggunakan kendaraan pribadi untuk mengangkut siswa, ada juga yang memakaikendaraan angkutan umum. “Seluruh kota/kabupaten di Indonesia sama-sama menggelar seleksi hari ini. Siswa-siswa terbaik akan menjadi wakil tingkat kota/kabupaten untuk seleksi tingkat provinsi,” kata dia.
Walapun kondisi anggaran sekolah memang belum stabil, namun hampir semua SMA mengirim dutanya untuk ikut OSN. Ini artinya motivasi sekolah untuk memberikan prestasi akademik sangat tinggi, karena mereka berharap siswanya menjadi duta terbaik baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional. “Siswa – siswa terbaik dari kabupaten Banyuasin tidak hanya lulus seleksi di tingkat provinsi, melainkan ke tingkat nasional, sebab tidak heran, banyak siswa asal Indonesia menjadi peserta terbaik pada olimpiade tingkat dunia,” pungkasnya. (muk)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses