Anggaran  Rp 1,3 M, Listrik Belum Menyala

Anggaran  Rp 1,3 M,  Listrik Belum Menyala
Posted by:

 

 

 MUARA ENIM – Meski sudah selesai dibangun, namun Rumah Sakit Umum (RSU) pratama tipe D di Kecamatan Semende Darat Laut, Muara Enim, saat ini belum bisa dipergunakan atau difungsikan secara maksimal. Karena instalasi listrik yang telah selesai dipasang di rumah sakit itu, dianggaran menggunakan  dana APBD Muara Enim tahun 2017 sebesar Rp 1,3 miliyar, ternyata belum bisa dinyalakan.

Itu disebabkan,  karena arus listrik PLN belum dialirkan pada instalasi listrik yang telah terpasang di rumah sakit tersebut. Sedangkan mesin genset yang dipergunakan  untuk menerangi rumah sakit tersebut tidak bisa berfungsi secara maksimal.

“Masyarakat Semende yang hendak berobat ke rumah sakit itu sangat kecewa. Karena rumah sakit telah selesai dibangun secara megah dan tujuannya untuk melayani masyarakat Semende berobat, namun samapai sekarang  belum bisa melayani rawat inap karena belum ada listrik,” jelas H Suher salah seorang tokoh masyarakat, Senin (27/8/18).

Padahal, lanjutnya, anggaran yang digelontarkan Pemkab Muara Enim untuk pemasangan islatasi listrik  rumah sakit itu cukup besar mencapai Rp 1,3 miliar.

“Selaku masyarakat kami mempertanyakan, kenapa sampai sekarang arus listriknya belum masuk ke rumah sakit itu, sehingga rumah sakit tersebut belum bisa mendapatkan penerangan listrik PLN,” tanya H Suhar.

Sehingga, lanjutnya, masyarakat yang hendak berobat rawat inap terpaksa ditolak. Karena tidak ada penerangan lampu listrik PLN. “Pemasangan islatasi dan jaringan listrik PLN kerumah sakit itu dianggaran tahun 2017, sekarang sudah tahun anggaran 2018, tetapi kenapa listrik PLN tersebut belum juga bisa menyala,” tegasnya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Muara Enim, Vivi Mariani, ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa rumah sakit tersebut belum memiliki penerangan listrik PLN. “Memang arus listrik PLN belum masuk kerumah sakit tersebut. Karena pihak PLN Cabang Lahat belum mengalirkan arus listriknya. Jadi kendalanya saat ini di PLN,” jelas Vivi yang berhasil dihubungi, Senin (27/8/18).

Dia juga mengaku, bahwa rumah sakit tersebut belum bisa melayani rawat inap karena belum ada penerangan lampu listrik PLN. Namun, lanjutnya, untuk lebih jelasnya bisa menghubungi PPK yang menangani pemasangan intalasi listri rumah sakit tersebut pak Sunarji.

Di tempat terpisah, Sunarji, yang berhasuil dijumpai mengaku bahwa dia tidak lagi sebagai PPK pembangunan jaringan islatasi listrik rumah sakit tersebut.  “Pebangunan rumah sakit tahap kedua memang saya yang menjadi PPKnya, namun untuk yang sekarang ini bukan saya PPKnya tetapi pak Rahmat. Silakan tanyakan ke pak Rahmad supaya tidak salah,” jelas Sunarji yang berhasil dijumpai di ruang kerjanya.

Sementara itu, Rahmad yang berhasil dijumpai di ruang kerjanya mengatakan, bahwa anggaran Rp 1,3 miliar itu tidak seluruhnya untuk pemasangan jaringan islatasi listri. Tetapi sebagain untuk pembuatan pagar. “Pembangunan isnslasi listrik tersebut merupakan tanggung jawab pihak kotrantor sampai dialiri arus listrik. Sesuai penjelesan pihak kontraktor, bahwa masalah arus listriknya sedang dalam proses pengurusan pada PLN Cabang Lahat,” jelasnya. (luk)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses