Antisipasi Gejolak di Lapas

Antisipasi Gejolak di Lapas
Posted by:

PAKJO – Konflik yang terjadi di sejumlah lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia, beberapa waktu lalu, menjadi perhatian bagi sejumlah Lapas di Sumatera Selatan (Sumsel). Untuk menghindari konflik serupa terjadi di Sumsel, Kementerian Hukum dan HAM Kantor Wilayah Sumsel terus meningkatkan antisipasi.
“Alhamdulillah, hingga saat ini di Sumsel tidak ada gejolak seperti yang terjadi di Tangerang, Sumatera Utara dan lainnya. Supaya di Sumsel tidak terjadi demikian, kita sudah melakukan langkah antisipasi,” ungkap Kakanwil KemenkumHAM Sumsel, Budi Sulaksana SH MSi, disela-sela penyerahan bantuan kepada panti asuhan dalam rangka Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-50, kemarin (25/4).
Menurut Budi, para narapidana yang ada di Lapas khususnya yang narkoba sama seperti manusia lainnya yang berkeinginan untuk mengekspresikan diri supaya bisa sama seperti masyarakat lainnya. Dengan kondisi over kapasitas Rutan Pakjo, membuat pelayanan yang diberikan Unit Pelayanan Terpadu (UPT) menjadi kurang maksimal.
“Seharusnya Rutan Pakjo itu untuk dihuni 500 orang, kondisi saat ini diisi 1.317. Jadinya dua kali lipat, baik jumlah petugas maupun anggarannya tentunya tidak mencukupi. Akan tetapi, semua harus dilakukan kepada mereka. Artinya pelayanan publik itu harus mereka terima dan tidak boleh pilih kasih. Kalaupun ada komplain kita memberikan pengertian kepada mereka,” lanjutnya.
Terkait peringatan Tahun Emas Pemasyarakatan yang jatuh pada setiap 27 April ini, Kanwil KemenkumHAM Sumsel menggalang sumbangan dari seluruh karyawan untuk diberikan kepada panti asuhan. Adapun bantuan yang diberikan yakni berupa bahan makanan, sebagai bentuk partisipasi kepada masyarakat.
“Ini merupakan pencerahan hati sekaligus untuk kepentingan masyarakat. Dimana kita sendiri harus responsif terhadap apa yang terjadi di masyarakat, untuk itu kita mencoba menggali sumbangan kepada karyawan. Tahun emas pemasyarakatan ini kita menggelar banyak kegiatan, antara lain olahraga, donor darah,” terang Budi.
Pertandingan yang digelar bertujuan menumbuhkan jiwa yang sehat, kemudian menumbuhkan rasa kebersamaan dalam rangka pelayanan publik. Harapan ke depan pemasyarakatan akan lebih baik lagi, mudah-mudahan peran serta masyarakat juga memberikan sambutan baik.“Mari kita sama-sama memajukan pemasyarakatan serta pembinaan narapidana dan tahanan,” pungkasnya.(ety)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses