Antisipasi Mafia Daging

Antisipasi Mafia Daging
Pemerintah mengantisipasi adanya mafia daging jelang Ramadan.
Posted by:

PALEMBANG – Jelang Puasa Ramadhan, kebutuhan daging diperkirakan akan meningkat. Untuk itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel akan meningkatkan pengawasan harga daging sapi di pasar dan mengantisipasi adanya permainan mafia atau makelar daging.
“Per bulan rata-rata kebutuhan daging di Sumsel mencapai 226 ribu ton,” kata Kepala Disperindag Sumsel, Permana, kepada wartawan koran ini di Griya Agung, Senin (9/5).
Untuk bulan puasa mendatang, menurut Permana, paling tidak kebutuhan daging sapi akan mengalami peningkatan tiga kali lipat. Saat ini, kata Permana, kisaran harga daging sapi di pasar Palembang mencapai Rp 120 ribu per kilogramnya.
“Harga ini masih terlalu tinggi, harusnya dikisaran Rp 95 ribu hingga Rp 110 ribu per kilogram. Kami akan makin intens melakukan pengawasan,” tegas dia.
Disinggung apakah ada permainan dari para mafia atau makelar daging, menurut Permana, itu perilaku dari para oknum pengusaha, agen atau distributor, dikala permintaan banyak pedagang akan memanfaatkan itu untuk menaikkan harga daging. Tak dipungkiri, akan ada oknum pedagang nakal yang akan memanfaatkan momentum Bulan Suci Ramadhan dengan menaikkan harga jual.
“Setiap tahun pasti ada, karena itu 13 aparatur penyidik kami akan mengawasinya dengan intens,” jelasnya.
Ditambahkannya, kerjasama dengan Perum Bulog akan dijajaki dalam rangka mengendalikan harga daging di Sumsel. “Sudah melakukan koordinasi dengan Bulog, koordinasi ini sebagai peran tanggap dilakukan agar harga daging sapi tidak melonjak,” katanya.
Bentuk pengawasannya, sambung Permana, akan diperiksa, dari mana ketersediaan daging stok yang ada di pedagang. Jangan sampai ada penimbunan serta jumlah sapi yang dipotong di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) setiap harinya.
“Pengawasan dilakukan kepada daging sapi lokal maupun impor, agar kebutuhan tetap ada di pasar. Jangan ngejut pengurangan pemotongan itu, dari rata-rata 30 sapi per hari, fluktuasinya 22-23 ekor per hari. Jangan menjadi 18-19 ekor per hari,” kata dia lagi.
Pihaknya juga akan menyiapkan sanksi bagi pedagang atau distributor nakal, mencoba memanfaatkan dengan menaikkan harga. “Sanksi akan diberikan kalau ketahuan izin distributor akan dicabut. Selain itu, indikasinya penimbunan lalu distributor tak sesuai kebutuhan,” tutup Permana.(ety)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses