Apa Kata Dishub Soal Parkir Liar di BKB

Apa Kata Dishub Soal Parkir Liar di BKB
Parkir motor bukan pada tempanya yang menyebabkan makin semrawutnya kawasan BKB
Posted by:
PALEMBANG – Kawasan parkir yang tertata rapih dan tertib menjadi salah satu indikator keberhasilan dalam mengelola sebuah kota metropolis seperti Palembang. Dengan penataan parkir yang baik dapat menekan kebocoran salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD).

Namun yang terjadi masih banyak ditemukan kawasan parkir yang semrawut di metropolis. Salah satunya kawasan Benteng Kuto Besak (BKB). Dampaknya, muncul juru parkir (jukir) liar yang kerap dikeluhkan warga dan menarik retribusi di luar ketentuan pemerintah Kota Palembang.

Padahal,  sudah ada pihak ketiga yang mengelola parkir BKB tersebut. Kawasan itu sendiri sudah dipasang gate parkir. Namun, gate parkir tidak berfungsi, sehingga kembali dimanfaatkan oleh jukir liar untuk menarik retribusi pengunjung yang masuk BKB sebesar Rp 5 ribu untuk motor dan Rp 10 ribu untuk mobil.

Hasil pemantauan Palembang Pos, kemarin, para jukir liar masih leluasa menarik parkir. Sedangkan gate parkir tidak difungsikan dan tidak ada petugas dari pihak ketiga yang mengelola parkir BKB tersebut.

Namun, saat keluar dari BKB para petugas dari pihak ketiga langsung meminta karcis dan membayar Rp 2 ribu. Para pengunjung bingung karena di gate parkir tidak mengeluarkan karcis dan tidak ada petugas.

“Anehnya petugas parkir dari pihak ketiga yang mengelola parkir ini, tidak mau tahu dan malah marah dengan pengunjung. Padahal, pengunjung sudah menjelaskan gate parkir tidak berfungsi. Kita kan jadi bingung. Seharusnya, mereka tempatkan petugas jadi jukir lain tidak menarik parkir di luar pihak ketiga yang ditunjuk,” kata Ryan, salah seorang pengunjung.

Senada diungkapkan Andi, warga lainnya. Menurut dia pengunjung parkir BKB selalu dipusingkan oleh masalah parkir. “Begitu masuk kita langsung dicegat untuk parkir, dan langsung diminta bayar Rp 5 ribu. Begitu keluar, ada lagi yang menagih katanya itu resmi Rp 2 ribu. Tapi, di gate tidak ada petugas. Bahkan gate dibiarkan selalu terbuka,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang, Kurniawan melalui Kepala UPTD Parkir, Haykal mengungkapkan, pihaknya akan segera mengevaluasi kembali pengelolaan parkir di BKB tersebut.

“Sebenarnya, dengan pihak ketiga tersebut kita belum ada kerjasama resmi. Namun, sifatnya uji coba. Sebagai pengelola parkir, mereka harus benar-benar mengelola termasuk masalah jukir liar. Kalau tidak bisa, berarti kerja sama bisa saja dibatalkan,” bebernya.

Haykal mengungkapkan, evaluasi ini akan segera  dilakukan setelah pelaksanaan Asian Games. “Kita sudah tegur jukir liar ini, namun memang cukup sulit. Apalagi, sekarang di BKB banyak even,” bebernya.

Haykal menambahkan, dengan pihak ketiga tersebut, sebenarnya sudah diminta agar ikut mengajak para jukir lama yang beroperasi di BKB tersebut. “Nah, kita belum tahu sekarang apakah jukir lama dilibatkan atau tidak,” jelasnya.

Saat ini, tambah Haykal, untuk mengurangi adanya kesemrawutan parkir, pihaknya mengusulkan revisi Perda Teknis Pengelolaan Parkir. “Selama ini, tidak spesifik. Karena tidak ada titik-titik zona parkir. Nantinya, itu semua harus diatur termasuk parkir di mal,” tukasnya. (ika)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses