Aswari Membina Warga Binaan

Aswari Membina  Warga Binaan
Bupati Lahat H Aswari Riva’I SE, memberikan sambutan di hadapan warga binaan di Lapas Klas IIA Lahat. Foto istimewa
Posted by:

LAHAT – Sudah jadi kebiasaan bagi H Aswari Riva’i SE, bertatap muka dengan nara pidana (napi) atau juga disebut warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Lahat. Bisa dipastikan, lelaki yang menjabat Bupati Lahat di periode kedua ini, selalu meluangkan waktu menemui warga binaan di lapas yang berada di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Pasar Lama, Kota Lahat ini, meski hanya sebatas makan siang bersama.
Kebiasaan pemimpin muda ini sudah berlangsung sejak menjabat Bupati Lahat. Bila memiliki waktu luang, Kak Wari begitu Aswari akrab disapa, mengajak warga binaan dengan berbagai latar belakang itu berdialog. “Rutin (kunjungan Aswari,red),” ujar Dar (55), salah seorang warga binaan Lapas Lahat.
Meski kunjungan yang dilakukan hanya sebatas makan siang bersama, Salat Jumat berjamaah, atau berdialog, Dar mengaku merasa senang. Sebab warga binaan merasa tidak dikucilkan, apalagi pemimpin mereka sengaja datang untuk memberikan dukungan kepada ratusan warga binaan, dengan latar belakang kasus yang dilakukan. “Perhatian dan dukungan seperti ini yang kami butuhkan,” ujar lelaki yang rambutnya mulai dipenuhi uban itu.
Kunjungan rutin Kak Wari ini akan terus menjadi kegiatannya. Bahkan, lelaki yang juga menjabat Ketua DPD Partai Gerindra Sumsel ini menyatakan, tidak akan bosan mengunjungi warga binaan. Menurutnya, warga binaan Lapas Lahat merupakan bagian dari masyarakat Kabupaten Lahat. Sehingga kewajibannya untuk bersilaturahmi dengan masyarakatnya. “Mereka melakukan kesalahan, bukan berarti kita kucilkan,” tegasnya.
Justru, kata bupati yang senang berkunjung ke pedesaan ini, warga binaan harus mendapat perhatian lebih. Sehingga saat kembali ke tengah masyarakat, tidak mengulangi kesalahannya, dan dapat hidup normal. Penilaian masyarakat, mantan warga binaan itu sebagai sampah masyarakat pun harus dibuang jauh-jauh. “Makanya saya selalu menyempatkan diri bertatap muka, meski hanya sebatas makan nasi bungkus. Minimal mereka (warga binaan,red) memahami mereka itu bukan orang yang dibuang,” ungkapnya.
Tidak hanya mental dan akhlak warga binaan jauh lebih baik saat kembali ke masyarakat, Kak Wari juga berharap warga binaan Lapas Lahat dapat memiliki kemampuan kerja. Sehingga saat berada di tengah masyarakat, tidak bergantung kepada orang lain, yang tentu saja dapat menjerumuskan mereka ke jalan yang salah. “Dialog ini tujuannya untuk mengetahui apa yang mereka butuhkan,” bebernya.
Tak jarang pula, Kak Wari sengaja mengajak Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten Lahat dan ustadz. Melalui FKPD, seperti Kapolres dan Kajari, warga binaan dapat mengerti dan memahani hukum, hingga tidak terjerumus lagi ke jalan yang salah. Begitu juga dengan ustadz, dapat memberikan siraman rohani.
“Intinya mereka ini butuh perhatian. Ya upaya kita dengan mengajak mereka berdialog, dan memberikan pendidikan agama, termasuk pendidikan hukum,” jelasnya. Kak Wari juga berharap masyarakat dapat menerima warga binaan ini saat bebas dari menjalani hukuman. (Infohumas)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses