Aswari Sulap Kawasan Sungai Lematang Jadi Pusat Kuliner dan Wisata Sejarah

Aswari Sulap Kawasan Sungai Lematang Jadi Pusat Kuliner dan Wisata Sejarah
Bupati Lahat H Aswari Riva’I, memantau langsung pembangunan tepian Sungai Lematang. Foto istimewa
Posted by:

IBARAT bunga dikerumuni kumbang, seperti itulah upaya Bupati Lahat H Aswari Riva’i SE, menjadikan Bumi Seganti Setungguan sebagai magnet bagi dunia luar.  Salah satunya menarik minat wisatawan berkunjung, dan menikmati suasana sekaligus mencicip kuliner khas Bumi Besemah.
Salah satunya melalui pengembangan wisata kuliner yang kaya akan aneka ragam bentuk dan rasa. Nah, kawasan yang rencananya akan dijadikan pusat wisata kuliner adalah sepanjang tepian Sungai Lematang, dari Bendungan hingga ke Pasar Bawah, Kota Lahat.

“Mulai tahun 2016, kita akan membangun kawasan Sungai Lematang menjadi kawasan terbuka hijau, dan kuliner khas Lahat,” ujar Bupati Lahat H Aswari Riva’i SE, didampingi Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pengairan Ir Herman Oemar.

Kata Aswari, pengembangan kawasan akan dimulai dengan menjaga sungai tetap bersih, dan mempercantik dataran sepanjang pinggir sungai. Sepanjang lokasi pengembangan tadi bakal dibangun tembok penahan air. Nah, di pinggiran dataran tembok ini akan ditanam berbagai jenis pepohonan dan hutan bambu.

Selain untuk penghijauan, pepohonan ini diharapkan bisa menjaga sumber air. Agar lebih cantik, disepanjang tembok ini akan dibangun fasilitas wisata, seperti tenda, payung-payungan dan lainnya. Kawasan ini akan diperuntukkan bagi pedagang kuliner. Para pedagang kuliner ini nantinya akan ditata oleh pemerintah dengan memperhatikan aspek-aspek seperti kebersihan gerobaknya, titik-titik tempat berjualan ditentukan.

Jenis makanan yang dijual dan limbah yang dihasilkan dari jualan kuliner itu juga diperhatikan pembuangannya, jangan sampai dibuang ke Sungai Lematang. Karena konsepnya wisata air, maka perlu pengaturan ketinggian air. Saat ini,  pembangunan bendungan Sungai Lematang hampir rampung. Jika bendungan sudah selesai, ketinggian air bisa diatur, sehingga para wisatawan bisa menikmati keindahan pemandangan di sepanjang Sungai.

Selain itu, masyarakat tidak akan kekurangan air dan manfaat lainnya bendungan ini bisa dimanfaatkan sebagai suplai air baku bagi PDAM Tirta Lematang. “Jadi, pembangunanya multi guna,” ujar Aswari.

Pusat kuliner akan dibuat bangunan bertingkat tiga dengan konsep  terbuka. Di bagian atas disiapkan fasilitas wisata dan tempat bersantai. Selanjutnya, di lantai bawah akan dijadikan resto dan kuliner. Jadi, selain menikmati aneka makanan khas yang lezat, pengunjung akan disajikan pemandangan Sungai Lematang dan Bukit Bbarisan, lengkap dengan tampilan Gunung Jempol pada bagian hilir Sungai Lematang.

Khusus untuk akses yang terhubung ke jalan, akan dijadikan kawasan hijau, sehingga pengunjung tidak akan kepanasan, sebaliknya mereka akan mendapatkan nuansa asri yang alami dan segar. “Benar-benar indah nantinya kawasan ini,” ujarnya.

Untuk melengkapi kawasan wisata ini menjadi pusat kuliner dan sejarah, bangunan peninggalan zaman kolonial yang jadi cagar budaya di kawasan Benteng akan dipugar. Pemugarannya dengan mempertahankan keaslian bangunan.

Untuk diketahui, kawasan ini dulunya menjadi pusat pemerintahan dan kantor bupati. Jika pembangunan kawasan ini sudah selesai, Aswari yakin bukan hanya wisatawan lokal yang berkunjung. Wisatawan dari luar daerah juga bakal ramai. Maklum, selain di Palembang, baru di Lahat ada jajanan kuliner dan kawasan wisata pinggiran sungai.

“Di Thailand, sungai yang berada di belakang pemukiman, banyak didatangi wisatawan, meski kondisinya kurang baik. Nah, Sungai Lematang kondisinya lebih baik, jadi hasilnya akan jauh lebih baik kalau kita tata dengan apik,” ujar Aswari.

Efek domino dari pembangunan kawasan ini sangat besar, selain lingkungan sungai terjaga, kebersihan air terjamin, selain itu peningkatan sektor wisata. Terpenting lagi, ekonomi kerakyatan akan meningkat, mereka bisa menjajakan makanan khas di kawasan itu. Selain itu, masyarakat bisa menjajakan souvenir dan oleh-oleh untuk para pengunjung.

Selama ini wisatawan yang akan ke Pagaralam menikmati panorama Gunung Dempo dan kebun teh, tidak memiliki destinasi lain untuk beristirahat. Nah, jika kawasan ini sudah selesai, wisatawan yang akan ke Dempo bisa beristirahat sembari memulihkan stamina, sambil menikmati aneka kuliner yang ada. Untuk hal ini perlu dukungan semua masyarakat Lahat. Tanpa, dukungan masyarakat, program ini tidak akan berjalan maksimal. “Semua konsep ini untuk masyarakat,” kata Aswari. (infohumas)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses