Atap Rusak, Sekolah Minta Penghapusan Gedung

Atap Rusak, Sekolah Minta Penghapusan Gedung
Kepala SDN 50 Palembang menunjukan lokal yang akan dihapuskan, terlihat diatas atap sekolah rusak berat. Foto Rangga/Palembang Pos
Posted by:

PALEMBANG – Tahun 2017 nanti, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) kota Palembang akan menghapus sebanyak 4 lokal ruangan di SDN 50 Palembang. Pasalnya 4 ruangan kelas tersebut tidak layak lagi ditempati dan juga untuk aktivitas belajar siswanya. Dengan terpaksa pihak sekolah pun harus menghapuskan, guna mengefisiensikan ruang terbuka dan memperluas gedung pembelajaran.

Diketahui, dalam 4 lokal tersebut ada beberapa ruangan tidak bisa dipakai untuk kegiatan belajar karena atapnya yang bolong, yang ketika hujan pasti akan bocor terdiri dari ruangan perpustakaan yang masih ditempati, lalu bekas ruangan Kelompok Kegiatan Guru (KKG), kemudian ruang kelas siswa yang masih dipakai, dan terakhir tempat bekas ruangan Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Kepala SDN 50 Palembang, Halmah mengatakan terdapat 19 lokal yang ada, namun hanya 12 lokal yang digunakan untuk menampung 820 orang siswa tersebut. “Kami sudah upayakan perbaikan untuk ruang tersebut, tapi masih terkendala pembiayaan, sedangkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sangat terbatas untuk keperluan tersebut,” katanya.

Rencananya, 4 lokal ini akan dihapuskan dan gedung lain akan dibangun 2 tingkat. Menurutnya 4 ruangan ini tidak bisa dipakai lagi sejak 2014 dan harus direnovasi bahkan dihancurkan untuk efisiensi ruang. “Kami sudah melakukan pengajuan pembongkaran dan pembangunan gedung baru sejak awal 2015 lalu, dan tinjauan dari Disdikpora kota Palembang pada pertengahan 2015 lalu. Namun rencananya, ditahun 2017 nanti barulah akan hapuskan lokal tersebut,” katanya.

Selain itu, sekolah ini juga kerap kali kebanjiran tatkala hujan deran melanda kota Palembang. Sejak 2013 mulai banjir, hal ini dikarenakan telah berkurangnya daerah resapan air di dekat sekolah akibat pembangunan oleh masyarakat sekitar. “Biasanya, banjir tak pernah sampai ke ruang kelas dan mushalla, tapi hujan kemarin banjirnya sampai kesana. Ada 2 gedung yang banjir lumayan parah yang sehingga kami terpaksa meliburkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa,” jelasnya.


Harapannya semoga dengan dilakukan penghapusan pada nantinya, mungkin sekolahnya bisa memiliki lapangan yang terbuka, sehingga siswa tidak perlu takut lagi akan kebanjiran. “Ya, saya berharap penghapusan ini SDN 50 Palembang mendapatkan beberapa kelas baru, agar kegiatan siswa disini bisa lebih efektif lagi,” pungkasnya. (roi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses