Balapan Liar dan Gank Motor Meresahkan

Balapan Liar dan Gank Motor Meresahkan
Posted by:

PALEMBANG – Kesyahduan bulan suci Ramadan terkadang dirusak oleh ulah anak muda yang melakukan aksi balapan liar. Bukan itu saja, aksi gank motor juga kerap mengancam keamanan saat Ramadan ini. Karena itu, Polisi Resort Kota (Polresta) Palembang mengajak seluruh pihak untuk mengantisipasi keberadaan gank motor yang cukup meresahkan warga ini. Setidaknya, pihak Polresta Palembang telah mencatat ada tiga gank motor dengan cukup banyak anggotanya di masing-masing kecamatan.
Kepala Polresta Palembang Kombes Pol Tjahyono Prawoto mengatakan, polisi sudah memantau ada beberapa titik tempat yang dijadikan lokasi balapan “dadakan” tersebut.
Beberapa titik rawan tersebut, yakni Bundaran Parameswara Jakabaring, Jl Kolonel Atmo, Jl Jenderal Sudirman di sekitaran bundaran Cinde, Jl Soekarno Hatta, Jl Veteran, simpang 5 DPRD Sumsel, dan lampu merah Sekojo.
Pihaknya pun merekomendasikan dan mengajak semua pihak dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) untuk meningkatkan razia di kawasan rawan tersebut.
“Karena kita sudah menentukan sejumlah titik rawan, maka akan lebih mudah untuk menertibkannya. Kita juga akan berkoordinir dengan Satpol PP Palembang untuk semakin mengkondusifkan keamanan dan kenyamanan di kota Palembang, khususnya di kota Palembang,” ujarnya
Tjahyono menegaskan selama Ramadan pihaknya akan menurunkan sebanyak 1.600 personilnya, untuk disebar ke lapangan, mulai H-1 hingga H+2 lebaran, pihaknya akan terus melakukan penertiban.
Menurut Tjahyono, selama Ramadan ini ada tiga potensi gangguan keamanan selama Ramadan ini. Ketiganya adalah gang motor, balapan liar dan asmara subuh. “Menjelang Ramadan ini, masih banyak yang perlu diwaspadai,” katanya.
Tjahyono mengatakan, banyak sekali gank motor yang tersebar di seluruh wilayah hukum Polresta Palembang. “Hampir setiap kecamatan terdapat tiga hingga lima gank motor,” imbuhnya.
Dalam hal ini, pihaknya akan lakukan pembinaan supaya mereka bisa menyumbangkan ketertiban selama Ramadan.
“Kita akan terus lakukan pembinaan kepada gank motor ini. Agar tidak membuat, keonaran selama Ramadan ini,” bebernya.
Aksi gank motor di tiap kecamatan ini sudah sangat sering melakukan tindakan anarkis serta tawuran antar gank, yang jelas meresahkan masyarakat Palembang.  Gank motor si manis, yang merupakan suporter tim sepakbola Sriwijaya FC pun terpantau ada di tiap kecamatan yang belakangan justru sering melakukan tindakan anarkis.
“Gank motor ini dapat menjadi penyakit masyarakat dan jelas akan sangat meresahkan warga jika tidak ditindak. Sedikitnya ada tiga geng motor di tiap kecamatan yang perlu kita antisipasi pergerakannya, jangan sampai mengganggu kenyamanan umat Muslim untuk menjalankan ibadah puasa,” ungkapnya.
Tak hanya kawanan gank motor, jelang Ramadan Polresta Palembang juga telah mengindentikasi sejumlah titik lokasi yang setiap tahun ramai dijadikan warga, khususnya kalangan muda untuk asmara subuh dan ngabuburit menjelang waktu berbuka puasa.
Aktivitas asmara subuh dan ngabuburit ini disebut Tjahyono juga sangat rawan mengganggu kamtibnas di kota Palembang, seperti kemacetan, 3C (curas, curat, dan curanmor), serta penyakit sosial lainnya.
Polresta mengindentifikasi sedikitnya tujuh titik yang selalu menjadi pusat asmara subuh dan lokasi ngabuburit di Palembang. Ketujuh titik tersebut, yakni Bundaran Parameswara Jakabaring, Danau OPI Jakabaring, Plaza BKB, Kambang Iwak (KI), KI kecil, Taman Polda, di atas Jembatan Ampera, serta Simpang 5 DPRD Sumsel.
“Biasanya tujuh lokasi itu diramaikan ketika waktu usai Subuh, yakni pukul 05.00-07.00 dan jelang buka puasa pukul 16.30-18.00. Kita juga antisipasi maraknya balapan liar, karena meski bulan puasa mereka tetap saja meresahkan pengguna jalan dengan aktivitas ugal-ugalan mereka di jalan raya,” terangnya. (ika)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses