Bambang: Semua Terdakwa Terima Uang

Bambang: Semua Terdakwa Terima Uang
Bambang Karyanto saat memberikan kesaksian pada sidang suap RAPBD dan LKPJ MUBA, kemarin. Foto: Poetra/Palembang Pos
Posted by:

PALEMBANG – Adanya keterlambatan pembahasan RAPBD Muba dan uang komitmen dari pihak eksekutif. Ketua Fraksi dan unsur pimpinan dewan berinisiatif melakukan pertemuan di ruang Ketua DPRD Muba, Riamon Iskandar.

Hal ini diungkap terpidana Bambang Karyanto ketika dicerca majelis hakim pada persidangan di Pengadilan Negri klas 1 A khusus Tipikor Palembang, kemarin.

“Pada Januari lalu, unsur pimpinan dan ketua fraksi berkumpul diruangan Riamon Iskandar, membahas keterlambatan pengesahan RAPBD dan uang komitmen,” ujar Bambang Karyanto, mantan Ketua Fraksi PDI Perjuangan, dalam kesaksiannya, kemarin.

Bambang menjelaskan lebih jauh, ketika memberikan kesaksian atas enam terdakwa yakni Ketua Fraksi PAN, Ujang M Amin, Ketua Fraksi Partai Golkar, Jaini dan Ketua Fraksi PKB, Parlidungan Harahap, Ketua Fraksi Nasdem Depy Irawan, Ketua Fraksi PKS Dear Pauzul Azim, Ketua Fraksi Demokrat, Iin Pebrianto.

Dirinya mengungkapkan, setelah ditunggu-tunggu hingga pertengahan 2015, pembahasan RAPBD belum dilaksanakan sebagaimana mestinya.

“Untuk pengesahan seharusnya telah dilaksanakan. Waktu itu, pihak eksekutif menemui saya dirumah dan diruangan kerja untuk minta tolong pada 20 Maret 2015 Kepala Bapeda Muba dan Kepala BPKAD Muba menyiapkan dana,” ungkapnya.

Selain itu, Bambang mengakui ada kedekatan dirinya dengan Bupati Muba ketika itu. Untuk itulah, unsur pimpinan DPRD Muba memberikan perintah kepadanya guna membahas uang komitmen dengan pihak eksekutif.

“Pak Faisar dan Samsudin Fei (pihak eksekutif) sering berkunjung ke rumah saya,” katanya.

Selain memberikan keterangan, Bambang yang dikonfrontir dengan Riamon, memang sebelumnya Riamon mengaku tak mengetahui pengaturan dalam meminta uang komitmen.

Bambang mengaku, uang tersebut dia bagikan kepada keenam terdakwa sesuai bagian yang sudah disepakati. “Ada yang menerima langsung, ada yang secara tak langsung. Yang pasti, semua menerima,” ujar Bambang.

Usai mendengarkan keterangan Bambang, sidang ditutup dan dilanjutkan kembali pekan depan dengan agenda keterangan saksi.
Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK RI mendakwa ke-6 legislator DPRD Muba dengan dakwaan  menerima suap untuk pengesahan LKPJ dan RAPBD Muba 2015 serta menyita barang bukti berupa uang tunai Rp 2,65 miliar pecahan 100 ribu dan 50 ribu yang tersimpan di dalam tas.

Sehingga, Ketua Fraksi dijerat dalam Pasal 12 huruf a dan atau dakwaan kedua Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat (1) KUHP Jo pasal 64 ayat (1) KUHP. (vot)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses