Bandar Sabu 3 Kilogram Dijemput Ajal

Bandar Sabu 3 Kilogram Dijemput Ajal
Kombes Farman menunjukan barang bukti 3 kg sabu, kemarin
Posted by:
PALEMBANG – Aksi berantas peredaran narkoba yang dilakukan jajaran Direktorat Narkoba Polda Sumsel tidak main-main. Satu persatu bandar barang haram yang dapat merusak generasi muda tersebut ‘’dipaksa’’ menghembuskan nafas terakhir.

Terbaru seorang bandar narkoba  bernama  Darmizon alias Dar (50), yang membawa 3 kilogram sabu juga bernasib serupa. Warga Desa Fajar Jaya Raya 2, Lingkungan I, RT 05/02, Kecamatan Betung, Banyuasin, dijemput ajal ketika berusaha kabur dalam penyergapaan aparat Ditres Narkoba Polda Sumsel.

Peluru mendarat di pinggul dan punggungnya. Dari tangannya disita 3 bungkus besar sabu yang dibungkus kantong bermerek Guan Yin Wang Teh Cina warna hijau kuning. Turut disita, sebuah ponsel, motor Honda Supra Fit, serta tas merek Polo Water warna abu-abu.

Penyergapan dilakukan aparat Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel,  Rabu (12/09), sekitar pukul 14.00 WIB, menindak lanjuti informasi transaksi dalam jumlah besar dilakukan seorang bandar di Betung, Banyuasin. Penyelidikan pun membuahkan hasil. Polisi mengintai gerak-gerik tersangka, saat akan transaksi di lokasi kejadian  SPBU Lubuk Lancang.

Dengan cepat polisi berusaha mengamankan pelaku,  Rabu (12/09), sekitar pukul 20.00 WIB, di SBPU Lubuk Lancang,  Jalan Lintas Timur Palembang- Betung, Banyuasin. Tapi sayangnya tersangka berusaha melarikan diri.

Tersangka tancap gas dengan sepeda motor. tembakan peringatan  tidak digubris. Terpaksa sebuah tembakan diarahkan hingga mendarat di pinggul dan punggung tersangka yang membuatnya jatuh tersungkur ke tanah, hingga meninggal dunia.

“Hari ini (kemarin, 13/9) seorang bandar narkoba yang sudah lama jadi TO kami, hari ini kita tangkap hidup atau mati. Selama satu bulan ini, gerak-gerik yang bersangkutan terus kita pantau. Nah pada saat akan transaksi dan kita hentikan di SPBU Lubuk Lancang, yang bersangkutan tidak koopertif, lari, tidak mengindahkan tembakan peringatan,” ungkap Direktur Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Farman SIk didampingi Wadir Narkoba AKBP Amazona Pelamonia SIk.

Akhirnya, dilanjutkan Farman, tindakan tegas terukur  diambil polisi. “Dua kali tembakan, satu di pinggul kiri dan punggung yang menyebabkan tersangka bandar ini tewas. Sabu 3 kilogram senilai Rp 3 miliar ini merupakan barang haram yang dikirim sindikat narkoba dari Aceh. Kita tidak main-main memberantas narkoba ini, sesuai intruksi Kapolda tindak tegas para bandar dan pengedar yang merusak generasi kita,” tukas Farman. (adi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses