Bandara Atung Bungsu Terbakar

Bandara Atung Bungsu Terbakar
Posted by:

*Penerbangan Sempat Terganggu

PAGARALAM – Kantor Unit Pengelola Navigasi Penerbangan (UPNP) di kompleks Bandar Udara Atung Bungsu, di Kecamatan Dempo Selatan terbakar. Diduga, peristiwa ini terjadi antara tanggal 21 dan 22 Juni. Tak ada korban jiwa, namun akibat kejadian ini penerbangan menjadi terganggu.
Informasi yang dihimpun Palembng, kejadian ini mengakibatkan peralatan di Emergency Operation Center (EOC) rusak lantaran terbakar. Jaringan kabel peralatan telekomunikasi VHF dan AC ruang navigasi menjadi rusak berat. Udara pengap lantaran ventilasi tak berfungsi.
Saat dikonfirmasi, Kepala UPNP Pagaralam, Ridho Robbyan membenarkan kebakaran di kantornya. “Saya tahu pagi tadi (kemarin, Red) pas mau masuk ke dalam ruangan. Kami perkirakan kejadian ini terjadi tanggal 21 dan 22 Juni,” ucapnya.
Menurut Ridho, kebakaran ini membuat tugas navigasi menjadi sangat terganggu. Musababnya, peralatan yang paling vital, yakni peralatan telekomunikasi VHF merek becker tak dapat digunakan lagi. Untuk sementara pihaknya menggunakan peralatan portable. “Akan tetapi jangkauan portable sangat terbatas,” paparnya.
Lanjutnya, peralatan portable tak dapat diandalkan bila cuaca buruk. Dengan jangkauan yang pendek, kalau turun hujan deras sinyal dari portable bisa hilang. “Imbasnya pesawat bisa dicancel. Pilot tak dapat mendarat,” sambung Ridho.
Tambahnya, bukan kali ini saja, kantor UPNP Bandara Atung Bungsu kena musibah. Ia mengungkapkan, kantornya pernah dibobol maling sampai tigakali. Kejadiannya kata Ridho, terjadi sekitar dua bulan lalu. “Satu unit komputer dan UPS kami hilang,” ucapnya.
Menurut Ridho, kejadian ini juga membuat kerja pihaknya menjadi terganggu. Pihaknya merasa tak nyaman dalam bekerja. Was-was karena keamanan diri menjadi terancam. Ditambahkannya, kejadian ini sudah dilaporkan kepada manajemen Perum Airnav Pusat.
UPNP sendiri merupakan unit di bawah Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi (Perum LPPN). Ini merupakan sebuah perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang lebih dikenal dengan nama Airnav. Perusahaan ini dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 2012.
Sementara itu Kapolres Pagaralam, AKBP Dwi Hartono SIK MH ketika dikonfirmasi Palembang Pos, membenarkan peristiwa di Bandara Atung Bungsu. Dwi menyatakan aparatnya sudah ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dwi memastikan pihaknya akan mengusut tuntas peristiwa di kantor UPNP Bandara Atung Bungsu. Dia menyebutkan pihaknya sudah mengantongi identitas pelaku.
Terpisah, Walikota Pagaralam, Musni Wijaya SSos MSi mendapat berita kejadian terbakarnya salahsatu ruang di Bandara Atung Bungsu, segera melakukan peninjauan ke lapangan, melihat secara langsung kondisi ruang yang terbakar, sekitar pukul 12.00 WIB (22/6/18). “Setelah kami lihat lokasi yang terbakar sudah diidentifikasi Polres Pagaralam, kita serahkan penyelidikannya kepada pihak terkait. Kita tidak bisa menebak-nebak dan belum diketahui pasti penyebabnya,” terang Musni.
Sambungnya, untuk traffic flight Bandara Atung Bungsu hingga saat ini masih normal tidak terganggu adanya kejadian tersebut. Setelah dilakukan identifikasi oleh Polres Pagaralam, ruang yang terbakar tersebut yang biasanya dijadikan sebagai ruang emergency operation center (EOC), atau pusat ruang kontrol penerbangan, akan segera bisa dioperasionalkan. (cw08)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses