Bangga jadi Pelapis Teja

Bangga jadi Pelapis Teja
Posted by:

Palembang-Meski telah mengarungi Liga 1 2018 selama 12 pekan, namun Kiper Sriwijaya FC Sandy Firmansyah baru sekali diturunkan. Selama ini Pelatih Rahmad Darmawan (RD) lebih betah mengandalkanTeja Paku Alam ketimbang tiga kiper lain.
Sandy diturunkan saat laga kontra Persela Lamongan Sabtu (2/6/18) lalu. Hal itu disebabkan lantaran Teja Paku Alam yang harus mengikuti Pelatnas untuk memperkuat Timnas U-23.
Akhirnya Sandy pun dipercaya bermain 90 menit saat menjamu Persela. Diturunkan selama satu pertandingan penuh, ia berhasil menahan gempuran tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu meskipun di penghujung pertandingan ia terbobol oleh Loris Arnaud.
Namun, ia menampik kepergian Teja Paku Alam dianggap menguntungkannya. Ia justru bangga akan Teja yang sanggup menunjukkan performa apiknya sehingga dipanggil oleh Luis Milla. Dan menjadi tugasnya lah, menutupi posisi yang ditinggalkan oleh Teja.
“Kita saling menutupi, jadi nggak ada kata merasa diuntungkan. Kalau untuk main atau tidaknya Sandy serahkan ke pelatih. Cuma Sandy selalu siap kalau dibutuhkan,” ujarnya saat dikonfirmasi Senin (4/6/18).
Sandy telah menghuni klub berjuluk Laskar Wong Kito ini sejak musim 2016. Dari era pelatih Widodo C. Putro hingga saat ini, ia sering didapuk menjadi kiper lapis dua setelah Teja Paku Alam.
Namun, ia memilih bertahan karena memiliki motivasi yang tinggi. Yakni ia ingin merasakan juara di Liga 1 2018 bersama tim kesayangannya saat ini.
“Makanya Sandi pilih bertahan karena materi yang bagus dan pelatih yang sangat bagus di persepakbolaan kita,” ujarnya.
Saat ditanya siapa kiper idolanya di Indonesia, Sandi mengaku tidak ada dan hanya mengidolakan diri sendiri. “Idola saya M Sandi Firmansyah karena orangnya unik dan menarik. Kita harus dong mengidolakan diri sendiri, itu motto hidup. Percaya diri dan kerja keras,” tukasnya. (kie)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses