Bangun Islamic Center dan Perpustakaan

Bangun Islamic Center dan Perpustakaan
Kadisdikpora Kota Palembang beserta staf jajaran walikota meresmikan peletakan bangunan Islamic Center dan Perpustakaan di SMPN 39 Palembang.
Posted by:

PALEMBANG – Sejak diterapkan kelas alam di SMPN 39 Palembang, pihak sekolah berupaya membangun Islamic Center (masjid) dan perpustakaan Islam dengan ukuran 10 x 15 meter dan daya tampung 700 jamaah. Peletakan batu pertama oleh Walikota kota Palembang dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) kota Palembang, Selasa (12/04).
Kepala SMPN 39 Marjani AR mengatakan saat ini memang di sekolahnya ada kelas alam berlantai keramik buat kegiatan belajar mengajar. Di bagian kanan dan kiri kelas terlihat pondok burung dengan berbagai jenis dan proses pembibitan hidroponik. Di bagian tengah terdapat saung berdinding bambu. “Selama ini, Kelas Alam jadi pusat kegiatan siswa sementara pembinaan spiritual sebagian kita laksanakan di musala. Kali ini, kita mulai membangun Gedung Islamic Center berlantai dua yang diperuntukkan untuk masjid dan perpustakaan,” katanya.
Pada peresmian ini pihaknya akan membuat Islamic Center dibangun dengan luas 10×15 meter dengan daya tampung masjid sekitar 700 jamaah. Sementara perpustakaan akan dikhususkan untuk buku bernuansa Islam. “Oleh karena itu, pihak sekolah berencana akan menjalin kerjasama dengan Kementerian Agama (Kemenag) dan beberapa percetakan yang ada di Kota Palembang,” katanya.
Agar proses pembelajaran siswa lebih refresentatif dan bisa merealisasikan Program Jam Ke Nol dengan baik. “Selama ini kegiatan ibadah kita pusatkan di Kelas Alam. Jumlah siswa di sekolah sebanyak 565 orang, semuanya bisa melaksanakan ibadah secara berjamaah,” terangnya.
Selain itu, kegiatan ekskul juga bisa berjalan efektif seperti Paskibra, rohis, sanggar seni dan olahraga, pencak silat, seni musik, dan seni lukis. Selama ini, ekskul hanya sekedar administrasi namun tidak ada kegiatan. “Kami juga sudah bentuk OSIS untuk membawahi efektivitas kegiatan ekskul,” katanya. Dia mengatakan, kelas alam memiliki multi fungsi seperti kelas alternatif (mata pelajaran), ruang diskusi dan workshop, aula terbuka, ruang pembinaan kreativitas dan seni, pondok tilawah dan tahfiz. “Kini kelas alam menjadi sentral kegiatan belajar,” tandasnya.
Sementara itu, Kadisdikpora Palembang Ahmad Zulinto mengatakan mengapresiasi atas keberadaan kelas alam dan pembangunan Islamic Center di lingkungan SMPN 39 Palembang. Menurutnya kegiatan belajar mengajar yang monoton di dalam kelas bisa membuat siswa jenuh. Siswa butuh nuansa yang langsung bersentuhan dengan alam sehingga mata pelajaran yang diberikan bisa lebih diterima dibanding hanya belajar di dalam kelas. “Jadi kelas alam ini disesuaikan dengan lingkungan sekitar, bukan semua sekolah dapat membuat kelas alam, tergantung kondisi lingkungan sekolah sekitar,” pungkasnya. (roi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses