Banjir, Perlu Manajemen Krisis

Banjir, Perlu Manajemen Krisis
Posted by:

Lubuklinggau, Palembang Pos.-
Penanganan bencana banjir yang melanda sejumlah daerah, mengundang perhatian berbagai elemen masyarakat. Termasuk, Kapolres Musi Rawas (Mura), AKBP Chaidir.
Menurut Chaidir, siklus banjir yang terjadi setiap tahun dapat dihitung dan diprediksi kapan kembali terjadi.
Dengan begitu, dapat dilakukan antisipasi dini terhadap ancaman banjir yang akan terjadi. Sehingga banjir yang akan datang tidak menimbulkan korban jiwa maupun harta benda yang terlalu besar.
“Untuk itu, diperlukan sistem manajemen krisis (disaster management) penganggulangan bencana alam (banjir). Hal ini perlu Undang-undang sebagai payung hukum agar aparat atau satuan tugas dapat melakukan tindakan penanggulangan bencana alam,” ujar Chaidir.
Dikatakan Chaidir, manajemen penanggulangan krisis, mencakup lima program pokok. Diantaranya, pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, penyelamatan, hingga rehabilitasi serta rekonstruksi.
Namun untuk menerapkan sistem tersebut, diakui Chaidir, dibutuhkan dana tak sedikit untuk observasi dan pelatihan penanganan bencana alam yang harus dilakukan.
“Manajemen penanggulangan krisis bencana alam telah dilakukan di Jepang. Secara geografis Jepang tidak dapat menghindari ancaman bencana alam seperti gempa, gunung merapi, hujan lebat dan angin topan”, jelas Chaidir.
Indonesia juga, menurut Chaidir, memiliki potensi serupa. Karena itu, kebijakan yang sama dalam penanggulangan bencana alam, seperti banjir sejumlah daerah dan menjadi bencana nasional, juga dapat diterapkan. “Kita bisa mengambil hal positif dari negera lain, termasuk dalam penanganan bencana,” pungkasnya. (yat)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses