Banyak Pedagang Kasur Beralih ke Pempek

Banyak Pedagang Kasur Beralih ke Pempek
Foto: Bowok Salah seorang pedagang kasur di pasar 26 Ilir.
Posted by:

PALEMBANG – Dalam setahun terakhir penjualan kasur di kawasan Pasar 26 Ilir mengalami penurunan. Akibatnya, banyak pedagang kasur yang merugi dan banyak pedagang yang mulai beralih menjual pempek.

Salah seorang penjual kasur, Zainuri Azuma mengatakan, hampir setahun terakhir penjualan kasur mengalami penurunan. “Sekarang pedagang kasur banyak yang beralih menjual pempek,” kata Zainuri Azuma (9/1).

Dulunya di kawasan pasar 26 Ilir pedagang kasur sangat ramai daripada penjual pempek. “Sekarang tinggal sedikit, hampir seluruh pedagang di pasar 26 Ilir menjual pempek,” ujarnya.

Dalam kondisi sepi pembeli seperti sekarang ini dirinya tidak berniat beralih menjual pempek seperti pedagang yang lain. “Kalau saya tidak ada niat untuk ikutan beralih menjual pempek,” imbuhnya.

Selain menjual kasur dirinya juga menjual bantal, guling, dan lihap. “Harga kasur busa sepasang Rp 400 ribu, bantal kapuk dan busa mulai Rp 30 ribu sampai Rp 80 ribu, guling Rp 30 sampai Rp 80 ribu dan lihap Rp 200 sampai Rp 500 ribu,” jelasnya.

Lanjut Zainuri Azuma dirinya sudah menjual kasur selama 23 tahun. “Dalam kondisi sepi seperti sekarang ini dalam sehari bisa dapat Rp 300 ribu,” bebernya.

Sementara itu, salah seorang pedagang pempek yang dulunya pedagang kasur, Riki mengatakan, ia mulai beralih ke pempek sejak Februari 2016. “Penjualan omzet kasur turun drastis, daripada rugi saya beralih menjual pempek,” kata Riki.

Lanjut Riki, selama ia menjual kasur pernah dalam sehari tidak laku sama sekali. “Saya beralih menjual pempek karena dipasar 26 ilir terkenal dengan pempeknya, jadinya setiap hari selalu ramai pembeli,” tutupnya. (str)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses