Banyak Pelat Merah Belum Pulang Kandang

Banyak Pelat Merah Belum Pulang Kandang
Posted by:
MOBIL dinas pejabat disinyalir banyak yang belum dikembalikan. Seharusnya pejabat yang mundur atau pensiun wajib hukumnya mengembalikan aset negara tersebut.

Dikarenakan mobil dinas dibeli menggunakan uang rakyat melalui APBD. Berdasar penelusuran Palembang Pos, salah satu mantan pejabat yang belum mengembalikan mobil dinas, salah satunya H Aswari Riva’i SE, mantan Bupati Lahat.

Dengan lepasnya status Bupati Lahat, tentu saja segala aset milik daerah harus dilepas, tak terkecuali kendaraan dinas. Namun, diduga Aswari yang purnatugas lantaran mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Sumsel, masih belum mengembalikan beberapa aset daerah. Salah satunya mobil dinas Toyota Land Cruiser, yang selama ini kerap digunakan tamu VIP Kabupaten Lahat.

Mobil yang dibeli dari uang masyarakat Kabupaten Lahat, yang ditaksir seharga miliar rupiah itu, masih ditangan Aswari. Belum diketahui keberadaan mobil yang belum lama dibeli, diberi nopol BG 1500 EZ, yang kerap berada di Kota Palembang itu.

“Kami tidak tahu status pinjam pakai. Tunggu tim turun lapangan, kita crosscek dulu. Tim juga ada dari Inspektorat,” kata Kabag Umum Setda Lahat, Syaifullah Apriyanto.

Dengan alasan, akan turun memeriksa ke lapangan, belum diketahui apa saja aset yang masih di tangan Aswari.

Penjabat Sekda Lahat, Rudi Thamrin, kata Syaifullah Apriyanto juga telah memerintahkan mendata aset yang belum dikembalikan.

“Kami tidak bisa berbicara kalau tidak ada hitam di atas putih. Jika Pejabat sudah habis jabatan, aset akan didata,” ujarnya.

Pantauan Palembang Pos, di garasi Rumah Dinas Bupati Lahat, Selasa (25/9), hanya terdapat tujuh unit mobil dinas, diantaranya dua unit Daihatsu Terios, Toyota Kijang Innova, Toyota Hiace, Izusu Phanter (digunakan Kabag Umum), dan Suzuki APV (Kepala Rumah Tangga).Mobil dinas yang selama ini kerap digunakan Aswari, salah satunya Pajero Sport, sudah tidak ada lagi.

Hari pertama masuk kerja, Senin (24/9), Marwan Mansyur, langsung mengungkapkan pejabat struktural lingkungan Pemkab Lahat. Keberadaan aset Pemkab Lahat menjadi salah satu poin yang dibicarakan. Marwan mengakui banyak aset Pemkab Lahat berkeliaran. Sekitar 70 persen kendaraan dinas yang dihibahkan masih belum balik nama.

“Sadari itu, biar kita ikhlas, tidak selamanya jabatan itu ditangan kita,” tegas Marwan.
Ternyata bukan saja Aswari diduga membawa aset daerah, mantan Ketua DPRD Lahat, Herliansyah dan Wakil Ketua DPRD Lahat, Parhan Berza juga diduga belum mengembalikan aset daerah berupa kendaraan dinas.

Kedua mantan unsur pimpinan DPRD Lahat itu, mundur dari jabatannya, lantaran maju dalam Pilkada Lahat, meski gagal. Masing mobnas itu Pajero Sport BG 3 E yang masih dpakai Herliansyah, mantan Ketua DPRD Lahat dan Pajero Sport BG 7 E milik mantan Wakil Ketua DPRD Lahat, Parhan Berza.

Ditegaskan Marwan, aset merupakan milik negara dalam hal ini Pemkab Lahat, yang harus dijaga. Tidak saja untuk membantu kinerja namun keberadaan aset juga berpengaruh kepada penilaian wajar tanpa pengecualian (WTP).

“Selain bagian aset saya mengimbau agar semua instansi di Pemkab Lahat, bisa menertibkan aset milik Pemkab Lahat. Jangan sampai ada yang hilang. Dan kepada pegawai yang menggunakan aset apapun bentuknya agar bisa dijaga dan dirawat,” terangnya.

Dan jika pejabat atau pegawai seperti camat, dikatakan Marwan, sudah tidak menduduki jabatanya sebagai camat lagi agar dikembalikan, sehingg penggantinya bisa mengunakanya untuk kepentingan kerja.

“Jangan salah anggapan jika aset itu milik pribadi,” tegas Marwan.

Sedangkan di Kabupaten Banyuasin, Bupati dan Wakil Buptai terpilih, H Askolani dan H Agus Salam sejak ditetapkan KPUD setempat sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin, telah mengembalikan aset terutama mobil dinas ke Sekretariat DPRD Banyuasin. Setidaknya ada 6 unit mobnas yang telah mereka kembalikan.

Dr Konar Zuber SH MH, selaku Sekretaris Dewan (Sekwan), melalui Kasubag Pereĺengkapan Tabrani, soal asset yang digunakan Ketua dan Wakil Ketua DPRD Banyuasin, sudah dikembalikan sepenuhnya ke Sekretariat DPRD Banyuasin, sesuai peraturan KPU Banyuasin.

“Seluruh aset yang digunakan H Agus Salam dan H Askolani, sepenuhnya sudah dikembalikan ke DPRD Banyuasin. Total kendaraan ada enam kendaraan dan beserta rumah dinas,” kata Konar Zuber, melalui Kasubag Perlengkapan Tabrani

Mantan Ketua DPRD Banyuasin, mengembalikan 3 unit kendaraan Dinas, seperti Kijang Innova, Toyota Rush, Minibus, Harrier beserta Rumah Dinas dan kelengkapannya.

Selanjutnya, mantan Wakil Ketua DPRD Banyuasin, saat ini menjabat sebagai Bupati Banyuasin H Askolani SH M Hum, sudah mengembalikan tiga unit kendaraan dinas, diantaranya Pajero sport, Toyota Rush, Fortuner, Rumah Dinas.

“Setelah serah terima kendaraan beserta rumah dinas dan isinya, kedua pimpinan dewan tersebut pada tanggal 12 Februari 2018 lalu, sehingga tidak ada tersisa aset yang digunakan mereka. Tidak ada lagi, mungkin satu sendok pun sudah dikembalikan ke Sekretariat DPRD Banyuasin,” tutup dia.

Sekwan Sumsel Akui Belum Dikembalikan

Tak hanya pejabat negara di daerah yang belum mengembalkan mobil dinas. Di DPRD Sumsel sendiri masih banyak mobil dinas belum dikembalikan.

Padahal, pemakai mobil dinas tersebut sudah mengundurkan diri dari jabatan. Sumber Palembang Pos di Sekwan Sumsel menyebut, mobil dinas yang belum dikembalikan yakni Toyota Alfard dan Fortuner serta dobel kabin. Untuk Toyota Fortuner termasuk mobil dinas yang baru dianggarkan.

“Sampai saat ini memang masih ada anggota dewan maupun mantan anggota dewan yang belum mengembalikan mobil dinas. Tetapi jumlahnya sudah tidak banyak lagi,” kata Sekretaris Dewan Sumsel, Ramadhan Basyeban kepada Palembang Pos, kemarin.

Kata dia, sesuai aturan yang baru semua kendaraan dinas yang dipinjampakaikan dengan anggota dewan harus dikembalikan. Sebagai gantinya mereka mendapatkan dana operasional. Kecuali untuk pimpinan dewan, kendaraan dinasnya masih dipinjampakaikan.

Nah, untuk pimpinan anggota dewan yang telah mengundurkan diri kendaraan operasionalnya juga harus dikembalikan. Namun sampai saat ini masih ada fasilitas negara tersebut yang belum diserahkan ke sekretariat baik oleh anggota dewan maupun yang telah mengundurkan diri.
“Siapa saja orangnya tidak bisa saya sebutkan. Tidak etis,” jelasnya.

Yang pasti, lanjutnya, pihaknya akan tetap menagihnya tetapi dengan cara yang santun. Karena walau bagaimanapun mereka tetap menjadi keluarga dan teman.

Terpisah, Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), M Zaki Aslam menegaskan bahwa semua aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel sudah dikembalikan.

“Pak Alex Noerdin dan pak Ishak Mekki sudah mengembalikan semua aset milik Pemprov Sumsel. Baik itu berupa mobil dinas dan rumah dinas beserta kelengkapannya,” katanya singkat. (tim)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses