Baru Dikerjakan, Ternyata Kembali Kusam

Baru Dikerjakan, Ternyata Kembali Kusam
Posted by:

*Pengecatan Marka
Jalan Km12-Sukajadi

BANYUASIN – Pengecatan Marka Jalan dua arah di Km12, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, tua protes dari pengguna jalan. Pasalnya pengecatan baru beberapa hari dikerjakan kembali kusam, diduga dikerjakan asal asalan.
Informasi dihimpun, pengecatan marka jalan KM 12 – Sukajadi ini dikerjakan sejak beberapa hari terakhir, namun disayangkan pekerjaan baru seumur jagung sudah mulai kusam.
“Yo pak, paling tiga hari lalu, marka jalan di cat warna putih, hari ini (kemarin, Red), catnya sudah mulai pudar bahkan di beberapa titik lainya catnya sudah mengelupas,” kata Tandi, pengendara mobil Truk tujuan Sekayu.
Waktu kemarin, Lanjut Tandi. ada beberapa orang menggunakan satu mesin mengerjakan pengecatan marka jalan. Itu pun saat mereka bekerja hanya menggunakan sedikit rambu-rambu.
“Hanya ada beberapa orang yang mengerjakan pengecatan marka jalan. Minim rambu rambu, hanya ada dua orang yang berjaga jaga dari arah Km12 dan arah Kelurahan Sukajadi itu pun menggunakan bendera kuning, guna memberikan perhatian kepada pengendara agar berhati-hati karena ada orang sedang bekerja,” ucap Tandi.
Roy, salah seorang warga Sukajadi, menuturkan, pengerjaan cat marka jalan dikerjakan pada siang hingga sore hari, hal ini salah satu penyebab terjadinya kemacetan di ruas jalan Km12-Kelurahan Sukajadi.
“Mobil melaju baik dari arah Betung menuju Palembang atau sebaliknya, harus melaju secara pelan – pelan, karena ada pengerjaan pengecatan marka jalan, dengan demikian arus kendaraan menumpuk dan terjadi perlambatan,” ujarnya.
Biasanya, pengecatan marka jalan atau tampal sulam jalan dikerjakan pada malam hari, namun kali ini dilakukan pada siang hari, terutama di jalan depan pabrik BW menuju Km12.
Menanggapi hal itu, A A Hari Afriansyah SIP anggota DPRD dari Fraksi Demokrat, mengatakan, informasi pengecatan jalan tersebut dari anggaran Provinsi Sumsel, namun dia menilai perlu adanya koordinasi dengan Pemkab Banyuasin.
“Harus dikoordinasikan kepada Pemkab Banyuasin. Paling tidak Pemkab Banyuasin dapat memberikan usulan dan saran. Dimana titik-titik yang dianggap padat kendaraan, sehingga dalam pekerjaannya tidak mubazir,” terang dia.
“Keluhan warga hal yang wajar, mereka beranggapan pengerjaan pengecatan marka jalan dianggap kusam dan lain sebagainya. Hal itu wajar saja, karena masyarakat berhak mengawasi setiap kegiatan pemerintah. Oleh karena itu kami berharap adanya koordinasi antara Pemprov dan kabupaten,” singkat dia.(cw04)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses