Batasi Kendaraan Lintasi Jembatan Ogan

Batasi Kendaraan Lintasi Jembatan Ogan
Posted by:

## Hanya Kendaraan Beban Gandar 8 Ton
PALEMBANG- Setelah ditabrak kapal tongkang yang ditarik tug boat beberapa bulan lalu, kini Jembatan Ogan masih dalam proses perbaikan oleh Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) wilayah V. Jembatan yang dibangun tahun 1930 ini sendiri kini masih belum bisa dilintasi, karena masih ada beberapa retakan yang harus diperbaiki.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Metropolitan BBPJN Wilayah V, Suwarno mengatakan, pihaknya menargetkan akhir Juli nanti perbaikan jembatan ini bisa selesai sebagian. Kendati begitu, pihaknya masih membatasi kendaraan yang melintas di jembatan tersebut.
“Hanya boleh dilewati oleh kendaraan dengan beban gandar 8 ton, lebih dari itu dilarang. Sekarang kita masih pengerjaan growthing pada bagian pilar jembatan yang retak, penambalan lantai jembatan yang retak selesai akhir Juli ini. Untuk landasan selesai Desember mendatang,” jelasnya” tegasnya.
Suwarno mengaku, untuk perbaikan landasan masih butuh waktu, karena BBPJN harus mencari landasan pilar jembatan yang rusak akibat tertabrak hingga ke Jerman. “Kita sudah memesan landasan sekitar seminggu yang lalu, dan baru akan selesai sebelum Desember,” terangnya.
Suwarno menerangkan, dibutuhkan anggaran lebih dari Rp 500 juta untuk memperbaiki jembatan Ogan yang tertabrak tongkang pada H-3 Idul Fitri lalu.
“Untuk perbaikan fisik saat ini saja, seperti growthing, penambalan lantai dan pilar akan memakan dana Rp566 juta, itu diluar landasan,” ungkapnya.
Untuk harga satu landasan yang dipesan, harganya Rp50 juta, sedangkan perbaikan landasan jembatan Ogan dibutuhkan delapan landasan.
“Kalikan saja Rp50 juta dikali delapan, ditambah upah. Karena penggantian nanti berbeda dengan perbaikan seperti biasa, jembatan akan diangkat. Jadi, jangan dikira upahnya murah,” tuturnya.
Setelah selesai diperbaiki, maka jembatan Ogan yang menjadi salah satu ikon Kota Palembang ini, tidak akan mengurangi kualitas jembatan.
“Kualitas jembatan akan tetap sama, bahkan memiliki kekuatan sedikit lebih. Ketahanan juga bisa sampai 50 tahun dan kekuatan beban jembatan bisa sampai 800 ton,” ulasnya.
Suwarno menambahkan, untuk perbaikan jembatan yang menggunakan anggaran perbaikan rutin akan dipinta dengan perusahaan pemilik tongkang yang menabrak.

“Jadi pemilik tongkang akan kami pinta mentransfer uang ke negara terkait klaim perbaikan jembatan yang ditabrak,” tandasnya. (ika)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses