Batu Sintetis Punya Seni Tersendiri

Batu Sintetis Punya Seni Tersendiri
Ahmad Yani memerlihatkan batu akik sintetis yang dijualnya. Foto angga/Palembang pos
Posted by:

PALEMBANG – Seperti yang diketahui para pencinta batu akik, beragam jenis batu akik di Indonesia ini, mulai dari harga termahal, hingga yang termurah. Namun, batu akik sendiri terdiri dari dua sifat, yakni batu akik dari alam, dan batu sintetis (obsi).
Batu sintetis ini merupakan batu yang dihasilkan dari proses laboratorium sebagai tiruan batu alam dengan meniru komposisi kimia, dan tingkat kekerasan batu tersebut. Perbedaan pokok antara batu sintetis dengan yang natural adalah pada proses pembuatannya. Dimana, yang asli ada di dalam, sedang sintetis di laboratorium.
Salah seorang pedagang batu akik di Pasar Cinde Ahmad Yani mengaku, memang dipenjualan batu di sini, banyak macam atau ragam batu. Karena beberapa tahun dulu, para orang tua demam batu akik. Soalnya banyak sekali masyarakat yang seolah jatuh cinta pada pandangan pertama dengan batu-batu cantik beragam warna ini, terutama dengan batu berkilauan dan menarik.
‘’Kebanyakan pembeli batu ada yang tertarik kecerahan dengan bentuk dan warna, hasilnya kayak batu sintetis, mulai dari berwarna merah, hijau, biru, dan lainnya,” katanya. Untuk batu sekarang ini, agak sedikit sepi, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Namun peminat batu akik di sini mulai berangsur kembali. ‘’Ya, di sini berbagai macam batu akik dijual, ada dari batu Kalimaya, Giok Aceh, dan juga batu kayak tadi batu obsi. Kisaran batu obsi ini mulai dari 25 ribu sampai 50 ribu, tergantung batunya,” jelasnya.
Biasanya batu obsi ini kayak batu mata kucing, karena bentuk dan warnanya terang. Menurutnya kalau asal mula batu ini datang dari Kota Jakarta, yang dibuat dari pabrik negara Thailand, dan peminatnya lumayan juga.
Bedanya batu akik alam ini sama batu obsi, kalau dibakar pasti meleleh. Batu ini kan semacam bahan dasar fiber, kayak kaca. “Walau batu tersebut lain dari batu aslinya. Namun batu sintetis atau batu obsi memiliki daya seni tersendiri,” pungkasnya. (roi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses