Belasan Bandit Jarah Gardu PLN


Belasan Bandit Jarah Gardu PLN
Posted by:

4 Tersangka Diamankan,
Separuh Kecamatan Gelap

Sukarami, Palembang Pos.-
Tak kenal takut dan bahaya, belasan bandit menjarah gardu PLN, yang terletak di Jalan HBR Motik, Sukarami, tak jauh dari  Cabang PLN Sukarami, Kamis (30/01), sekitar pukul 21.00 WIB. Akibatnya, lebih kurang satu jam aliran listrik Pakjo, dan Talang Buruk, padam.
Beruntung aksi penjarahan tersebut cepat diketahui dan petugas PLN cabang Sukarami, berhasil mengamankan empat dari belasan pencuri kabel tembaga tersebut. Mereka yang diamankan itu, David (31), Alqoriah (24), Reno (17), dan Fani Wijaya (19), semuanya warga Jalan Soekarno Hatta, Pulo Gadung, RT 52/10, Kecamatan Alang Alang Lebar.
Selain itu, polisi juga menyita peralatan lengkap di lokasi kejadian, mulai dari tali tambang, kunci segala ukuran, palu, tang, parang dan lain-lain. Kuat dugaan, beberapa diantara pelaku adalah orang profesional dan mengerti kelistrikan. Kini, untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut, keempat tersangka berikut barang bukti ditahan di Polsekta Sukarami.
Peristiwa ini diketahui setelah kantor PLN cabang  Palembang, mendapat laporan dari warga Talang Buruk dan Pakjo, sekitar pukul 18.30 WIB, listrik padam. Mendapat laporan tersebut, tim PLN cabang Sukarami langsung turun ke lapangan, melakukan pengecekan di trafo-trafo terpasang, diantaranya   kawasan Perumahan Bougenville, Talang Buruk, Pakjo dan Arhanud.
Namun tidak ditemukan gardu dan trafo mengalami kerusakan. Terakhir petugas melakukan pengecekan gardu yang bertegangan 20.000 volt di Jalan HBR Motik, tak jauh dari  Cabang PLN Sukarami. Dalam keadaan gelap gulita, bak semut mengerumuni gula, belasan bandir tengah mencuri di gardu tersebut.
Sayangnya, petugas dari PLN hanya berhasil mengamankan empat tersangka, sementara pelaku lainnya berhasil kabur dikegelapan. Meskipun pihak PLN barhasil menormalkan kembali aliran listrik. Akibat kejadian tersebut, Trafo 415 KVA dan KUBIKEL 20 KV4 Shel merek Merlin Gerin hilang, dengan kerugian mencapai Rp 800 juta.
“Hal ini sering terjadi, dari pengalaman kami, sangat kecil adanya kerusakan kecuali cuaca. Kebanyakan kerusakan terjadi akibat aksi pencurian seperti ini,” kata Kepala cabang PLN Sukarami Mgs Arahman, ditemui di Mapolsekta Sukarami.
Dijelaskannya, aksi pencurian tersebut, pastinya ada pelaku yang mengerti kelistrikan. Bagaimana tidak, setelah petugas melakukan pengecekan dilapangan, aliran listrik sebelum dialirkan ke rumah-rumah warga, dipotong oleh pelaku dari gandu induk di lokasi. Barulah pelaku menjarah peralatan tersebut. “Pelaku mengambil tembaga yang ada didalamnya, kan banyak tembaga yang ada di dalam gardu,” jelas Arahman.
Kapolsekta Sukarami Kompol Imam Tarmudi, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari pihak PLN, dan juga telah mengamankan empat orang tersangka tertangkap tangan melakukan aksi pencurian. “Sudah kita lakukan penahanan untuk penyidikan lebih lanjut. Sementara ini tersangka kita jerat dengan pasal 363 KUHP,” jelas Imam.
Sementara keempat tersangka, serentak mengaku baru satu kali melakukan aksi pencurian. Mereka mengatakan, selain mereka berempat, ada puluhan pelaku lain yang juga ikut melakukan pencurian. “Kalo alat-alat yang ditemukan di lokasi, kami idak tahu Pak. Kami datang bae ke lokasi nak ambek barang, belum sempat ambek kabel, sudah pada berhamburan kabur. Kami ketangkap,” ungkap David. (day)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses