Belum Boleh Tarik Sewa

Belum  Boleh Tarik Sewa
Suasana jual beli di pasar 16 kemarin berlangsung seperti biasa. Keresahan pedagang sedikit mereda setelah ada kesepakatan antara PD Pasar Palembang Jaya dan PT GTP untuk mengelola pasar 16 ini, selama proses pengkajian BOT. foto : koer/palembang pos
Posted by:

PALEMBANG – Setelah ada kesepakatan antara dua belah pihak antara PT Gandha Tahta Prima (GTP) dan PD Pasar Palembang Jaya, kemarin keduanya mulai bekerja bersama. Dimana, PT GTP yang melakukan penarikan retribusi didampingi oleh PD Pasar Palembang Jaya.
Kemarin juga, sesuai janji PT Gandha Tahta Prima (GTP), untuk membuka toilet di Pasar 16 Ilir yang sebelumnya sempat dikunci akibat kisruh terkait pengelolaan dengan PD Pasar Palembang Jaya, juga dilaksanakan. Seluruh toilet di pasar tersebut akhirnya dapat digunakan kembali oleh pedagang serta pengunjung.
General Manager PT GTP, Budi Sulistianingsih mengatakan, setelah kesepakatan suasana sudah kembali harmonis. Dia berharap, agar suasana seperti ini terus berjalan.
“Jangan ada lagi keputusan sepihak. Karena, kasihan pedagang yang jadi korban. Kita tidak ingin merugikan pedagang,” kata perempuan yang akrab disapa Yeyen ini.
Dia menambahkan, berdasarkan hasil keputusan rapat terakhir, kedua belah pihak baik PT GTP maupun PD Pasar Palembang Jaya tidak diperbolehkan menarik sewa. “Karena, sekarang masih dilakukan pengkajian jadi untuk menarik sewa belum ada. Sampai, nanti hasil kajiannya sudah selesai,” ujarnya.
Sementara, Direktur Operasional PT GTP, Febriyanto mengatakan, berdasarkan surat rekomendasi dari wali kota dan Kapolda, maka akhirnya digelar rapat bersama ini. Dimana, kedua belah pihak antara PT GTP dan PD Pasar Palembang Jaya sudah duduk satu meja membahas soal pengelolaan Pasar 16 Ilir.
“Pengelolaan bersama ini hanya akan dilakukan untuk sementara waktu. Yakni, selama dilakukan pengkajian BOT. Nanti, akan dilihat yang kurang akan kami perbaiki yang sudah bagus akan kami sempurnakan,” jelasnya.
Terpisah, Direktur Utama PD Pasar Palembang Jaya Apriadi S Busri CES menegaskan, saat ini pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang sedang melakukan kajian ulang terkait kontrak kerja sama Build, Operate, and Transfer (BOT) dengan PT GTP.
“Selama pengkajian ini, PT GTP harus mengoptimalkan seluruh fasilitas di pasar tersebut, tanpa boleh dibatasi penggunaannya, termasuk toilet dan listrik,” ujar dia.
Namun, berbeda dengan Febri, Apriadi masih tetap yakin bahwa pengelolaan Pasar 16 Ilir akan dikembalikan ke PD Pasar.
“Kemungkinan kepastian itu akan dikeluarkan pekan depan, jadi pedagang kami minta bersabar,” ungkapnya usai mengikuti Operasi Pasar Bulog di Pasar Lemabang Palembang.
Ia menjelaskan, usai kontrak dengan PT Prabu Makmur sebagai pengelola Pasar 16 Ilir berakhir pada 2 Januari lalu, kepemilikan pasar ini kembali ke Pemkot Palembang.
Sebagai pihak yang bertanggung jawab atas seluruh pasar di Palembang, iapun menegaskan otomatis pengelolaan Pasar 16 Ilir juga akan kembali pada pihaknya. Kebijakan itupun juga berdasarkan kajian yang dilakukan DPRD Komisi II dan adanya surat rekomendasi dari Badan Pengawas Keuangan (BPK).
Sementara, Apriadi meminta pihaknya menerima untuk mengelola pasar ini secara berdampingan dengan PT GTP untuk menghindari konflik.
“Saya sudah menugaskan Dirops (Direktur Operasional) untuk mengoperasionalkan berdampingan. Pekan depan saya pastikan akan ada surat dari Walikota tentang kesimpulan pengelolaan, surat ke GTP juga sudah kami kirimkan,” tegasnya. (ika)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses