Belum Mau Tobat Pakai Narkoba

Belum Mau Tobat Pakai Narkoba
Kapolsekta IT II Kompol Hadiwijaya, menunjukan barang bukti sabu milik tersangka Ade. Foto Agus/Palembang Pos
Posted by:

PALEMBANG – Ade Devi Syaputra (24), kembali harus berurusan dengan polisi. Kali ini, Ade ditangkap Unit Reskrim Polsekta Ilir Timur (IT) II, Rabu (21/9), lantaran kedapatan membawa narkoba jenis sabu-sabu.

Padahal, warga Jalan Nibung VI, Kelurahan Sialang, Kecamatan Sako ini, sudah menjalani rehabilitasi narkoba selama tiga bulan. Keluar dari rehabilitasi, malah membuat Ade makin menggila menggunakan narkoba.

Dalam seminggu, bisa tiga kali ia membeli sabu dari seorang bandar di kawasan 14 Ilir. Gajinya sebulan dari bekerja sebagai pegawai hotel juga habis digunakan untuk membeli narkoba. “Namanya sudah kecanduan, susah untuk lepas. Meski sudah direhab, tidak akan bisa hilang. Makanya aku masih pakai narkoba, dan tahu resikonya ditangkap polisi,” kata tersangka saat diamankan di Polsekta IT II, Jumat (23/9).

Dia mengaku juga pernah ditangkap polisi karena membeli narkoba. Akan tetapi, itu tidak membuatnya jera untuk menggunakan narkoba. Pasalnya, dirinya sudah sangat kecanduan. “Sepertinya saya belum mau tobat pakai narkoba, karena sudah kecanduan (narkoba),” tandasnya. Meskipun selalu kucing-kucingan agar tidak ditangkap polisi saat membeli, dan juga bersembunyi ketika menggunakannya agar tidak ketahuan orang tuanya, itu tak masalah baginya.

Kapolsekta IT II Kompol Hadiwijaya mengutarakan, tersangka ditangkap setelah anggotanya curiga dengan gerak gerik tersangka. Melihat tersangka, anggota Polsekta IT II langsung melakukan penggeledahan. “Ketika digeledah, ditemukan sabu paket hemat seharga Rp 110 ribu. Dari pengakuan tersangka, membeli dengan seorang bandar. Setelah kami kembangkan, bandar tersebut sudah kabur,” tukasnya.

#Diringkus Saat Transaksi Narkoba

Sementara itu, pupus sudah harapan Suharni alias Suhar (26), warga Jalan Mangga Baru, Kelurahan Mangga Besar, Kecamatan Prabumulih Utara, Kota Prabumulih, untuk dapat bersenang-senang menonton hiburan organ tunggal sembari menikmati narkoba jenis ekstasi alias inek.
Pasalnya, Suhar keburu ditangkap tim opsnal Satresnarkoba Polres Prabumulih pimpinan AKP Rudiansyah, saat sedang bertransaksi di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Prabumulih Timur, Kamis (22/09), sekitar pukul 21.45 WIB.

Dalam penangkapan itu, petugas menyita barang bukti 5 butir inek warna coklat berbentuk keriting, dengan berat 1,53 gram, handphone, dompet dan satu unit motor Vixion merah tanpa nomor polisi. Guna kepentingan penyidikan, Suhar berikut barang bukti dibawa ke Mapolres Prabumulih.

Informasinya, penangkapan pemuja narkoba jenis inek ini bermula dari informasi masyarakat kepada Satres Narkoba Polres Prabumulih, yang menyebutkan kerap terjadi transaksi narkoba di kawasan pinggir Jalan KH Ahmad Dahlan, Sukajadi. Menindaklanjuti itu, Kasatres narkoba langsung menerjunkan personelnya ke lokasi untuk melakukan pengintaian.

Tak lama berselang, Suharni yang merupakan tukang ojek datang ke tempat dimaksud, dan bertransaksi dengan seseorang berinisial EB di atas motor. Tak ingin buang waktu, petugas langsung melakukan penyergapan, dan meringkus Suharni, sementara bandar EB berhasil meloloskan diri dari kejaran polisi.

Saat digeledah, petugas menyita 5 butir ekstasi di saku kiri belakang celana Suhar. Selanjutnya petugas menggelandang pelaku ke Mapolres Prabumulih. Dihadapan petugas, tersangka mengaku, rencananya inek akan dipakai untuk pesta di acara organ tunggal. “Beli dari EB harganyo Rp 250 ribu per butir, rencananyo nak dipakai samo kawan-kawan pas pesta di acara organ tunggal,” ungkap Suhar.

Kapolres Prabumulih AKBP Andes Purwanti SE, melalui Kasatres Narkoba AKP Rudiansyah, dikonfirmasi mengatakan, atas perbuatannya itu pelaku dijerat UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. “Pelaku kita  jerat pasal 112, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara,” pungkasnya. (cw02/abu)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses