Belum Resmi, Pokemon Go Sudah Digemari

Belum Resmi, Pokemon Go Sudah Digemari
Posted by:

JAKARTA – Pokemon Go belum dirilis di Indonesia, tetapi sejumlah penggemar yang penasaran telah mengunduh aplikasinya secara ‘ilegal’, bermain hingga berjam-jam, hingga membuat perkumpulan untuk berburu Pokemon.

Secara resmi, aplikasi Pokemon Go sudah tersedia gratis di Australia, New Zealand, AS dan segera di Jepang.

Di Indonesia, Pokemon Go belum dirilis, namun banyak gamer yang mengunduh aplikasi game ini melalui APK (Android application package) yang disebar di situs-situs teknologi dan game.

Demam game Pokemon Go jadi perhatian khusus dari wakil rakyat. Komisi I DPR berencana untuk membahas dampak mewabahnya Pokemon Go saat rapat dengan Menkominfo. 

”Saya kira semua perkembangan oleh anggota ketika rapat dibicarakan, apalagi ini cukup fenomenal. Di Indonesia belum secara resmi bisa dimainkan, saya imbau jangan dibuka,” kata Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis dalam perbincangan, Jumat (15/7/2016). 


Komisi I yang komunikasi dan informatika serta keamanan dan pertahanan ini menyoroti game yang berbasis augmented reality tersebut. Menurut Abdul Kharis, ada yang perlu diwaspadai dari game Pokemon Go.

“Untuk tempat-tempat strategis, penginderaannya mungkin dimanfaatkan. Kita perlu waspada,” ungkap politikus PKS ini. 

Dari sisi permainannya, Abdul Kharis melihat game Pokemon Go ini hanya membuang-buang waktu. Meski game ini membuat anak-anak muda jadi aktif berjalan-jalan, tetap saja hal itu dianggapnya kurang bermanfaat.

“Saya imbau kemenkominfo untuk betul-betul mengkaji kembali tentang game ini soal berlaku di Indonesia. Saya usul sih jangan karena game ini akan buat orang banyak buang waktu yang tidak bermanfaat,” ungkapnya.

Ngomong-ngomong, apakah Pak Abdul Kharis pernah main Pokemon Go? “Saya lihat anak, ngapain nih. Oh nyari Pokemon, repot sekali ya,” jawabnya.

Aneka monster Pokemon sendiri bisa ditemukan di Kompleks Parlemen. Seperti saat dijajal hari ini (kemarin, Red), monster Pokemon ini muncul baik di halaman maupun di sekitar ruang rapat di DPR.

Beberapa yang ditemukan hari ini adalah Doduo dengan combat power 97 di gerbang belakang DPR. Ada pula Ekans dengan combat power 97 di depan perpustakaan serta Exeggcute dengan combat power 44.

Tak hanya di halaman, monster Pokemon juga bisa ditemukan di sekitar ruangan Gedung DPR. Seperti misalnya Tentacruel di pelataran Gedung Nusantara dan di depan ruang rapat Komisi II. Zubat dengan combat power 40 menampakkan diri.

Selain itu, ada sejumlah Pokestop di DPR yaitu di gerbang masuk utama, air mancur, taman, pool bus, masjid, pintu masuk parkir, serta di gerbang belakang. Para trainer juga bisa ke Gym yang letaknya di air mancur DPR.

Di media sosial, sejumlah cerita tentang ‘kegilaan orang bermain Pokemon Go’ bermunculan, salah satunya tentang gamer yang sengaja memesan layanan ojek dan taksi online untuk berkeliling cari Pokemon.

Seorang pengguna Facebook di Surakarta menceritakan pengalamannya yang sempat dicurigai dan diinterogasi ketika berusaha menangkap Pokemon di pos polisi.

Widie W salah satu admin laman Pokemon Go Indonesia (@IndonesiaPGO) di Facebook mengatakan sejumlah orang juga mulai membuat kumpul-kumpul untuk berburu Pokemon bersama.

“Ada trainer (sebutan untuk pemain Pokemon Go) yang memang sengaja kumpul keliling komplek. Dia cerita ke saya, mereka kumpul bertiga atau berempat, tapi serunya sering disangkain maling,” katanya.

Widie yang baru sepekan bermain Pokemon Go mengatakan bahwa permainan augmented reality ini sangat menarik karena bisa menambah interaksi sosial.

Interaksi sosialnya lebih tinggi ya dibanding game-game yang lain, misalnya seperti RPG yang mainnya sendiri. (RPG) memang ada teman tapi ngobrolnya via internet. Kalau ini memaksa kita keluar rumah, jalan, cari Pokespot. Kayak saya, sering ketemu orang baru. Saya suka tanya ‘mas dapat apa mas?'”

“(Saya) sudah dapat 200 Pokemon, rata-rata kalau serius bisa 20 dapat lah (sehari),” kata Widie yang sering menemukan Pokemon di meja kantor, pantry, ruang tamu, dan garasi rumah.

Widie mengatakan tidak ingin menyarankan orang-orang untuk mengunduh aplikasi ini secara ilegal karena memiliki risiko terhadap keamanan data. Tetapi, bagi yang ingin mengambil risiko itu petunjuk pengunduhan memang dengan mudah didapat di internet. (kie/dbs)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses