Beni Penuhi Panggilan Panwaslu

Beni Penuhi Panggilan Panwaslu
Posted by:

Sekayu – Calon Wakil Bupati (Cawabup) pasangan nomor urut satu, Beni Hernedi mendatangi kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Muba, kemarin.

Kedatangannya terkait dugaan pelanggaran yang dilaporkan masyarakat atas keberangkatan Plt bupati nonaktif ke Thailand, 8 November lalu. Padahal, Beni sedang cuti untuk mengikuti Pilkada serentak 2017, mendatang.

Anggota Panwaslu Muba divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, M Sigit Nugroho mengatakan, pemanggilan Beni Hernedi untuk klarifikasi terkait laporan dugaan menggunakan fasilitas negara atas keberangkatan 8 November lalu ke Thailand pada acara organisasi kelapa sawit dunia.

“Kita langsung tindaklanjuti adanya dugaan pelanggaran ke ranah adminitrasi. Sebelumnya telah memanggil bagian keuangan, protoko Setda Muba dan Dinas Perkebunan (Disbun),” ujar Sigit.

Dari keterangan yang disampaikan, keberangkatan tersebut bukan kapasitas mewakili Pemkab Muba. Namun secara pribadi dan diundang sebagai pembicara, seluruh akomodasi ditanggung oleh panitia.
“Biaya keberangkatan, penginapan semua ditanggung panitia. Itupun kapasitas bukan mewakili Pemkab, sebab Plt Bupati sekarang juga diundang untuk datang. Jadi beliau membawa bukti tiket pesawat untuk membuktikan apakah menggunakan uang negara atau tidak,” jelasnya.

Disinggung layar yang tertulis Plt Bupati, Sigit menerangkan, kesalahan tersebut bukan disengaja. Melainkan dari pihak panitia dalam materi yang disampaikan beliau masih tertulis jabatan Plt bupati, itupun sudah lama dibuat belum direvisi.
Meski dalam aturannya memang statusnya masih Plt bupati tetapi nonaktif.

“Itulah kesalahannya, sehingga terpasang dimonitor ketika materi yang disampaikan. Tapi dari pengakuan Beni, ia sendiri sudah menjelaskan terkait statusnya bahwa statusnya Plt bupati nonaktif yang sedang cuti karena mengikuti Pilkada,” terangnya.

Sementara, Cawabup nomor urut satu, Beni Hernedi usai diperiksa menyampaikan, kedatangan atas surat pemanggilan untuk klarifikasi. Oleh karenanya, sebagai warga yang baik dan mengerti kinerja Panwaslu, sehingga meluangkan waktu mendatangi kantor Panwaslu.

“Saya sangat paham tentunya tidak mungkin keberangkatan ke Thailand menggunakan uang negara. Kalau menggunakan sama saja bunuh diri. Kedatangan ke Thailand sebagai pembicara diundang oleh Roundtable in Sustainable Palm Oil (RSPO) merupakan asosiasi dari berbagai organisasi, LSM dan pelaku industri sawit dengan anggota di 88 Negara,”pungkasnya. (omi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses