Bentuk Pemaksaan Kehendak

Bentuk Pemaksaan Kehendak
Posted by:

LAHAT – Manajemen PT Banjarsari Pribumi menyayangkan aksi pemblokiran yang dilakukan warga itu. Sebab dalam proses negosiasi, warga menawar harga Rp 200 ribu permeter, warga tidak memberikan kesempatan kepada perusahaan untuk bernegosiasi langsung kepada pemilik lahan.
Community Development and Goverment Relationship PT Banjarsari Pribumi, Emil Zaman menyatakan, pihaknya ingin menemui satu persatu pemilik lahan, untuk melakukan negosiasi. Sayangnya, keinginan itu tidak dipenuhi. “Mengenai permintaan warga memaksa manta ganti rugi Rp 200 ribu permeter, ini sudah bentuk pemaksaan kehendak, kami akan tetap mengacu ke Undang-undang atau peraturan yang berlaku, mengenai pembebasan lahan,” tegasnya via ponsel.
Emil menyesalkan aksi pemblokiran warga. Apalagi katanya, dalam aksi itu, warga juga mensweeping karyawan PT Banjarsari Pribumi agar tidak bekerja. Meski belum mengetahui angka kerugian yang dialami akibat pemblokiran itu, Emil menyatakan, sopir truk lah yang paling merasakan dampaknya. Sebab sopir baru merima upah, setelah batubara sudah diantar dialamatkan tujuan.
“Sopir-sopir semua pada resah,” kata Emil. Dirinya menegaskan, massa sebenarnya salah lokasi dalam melakukan aksi. Sebab jalan utama yang diblokir bukanlah titik yang dipermasalahkan. Menurutnya, kawasan yang dipermasalahkan berada di ruas jalan yang saat ini tidak digunakan pagi. Sedangkan ruas jalan utama yang diblokir, sudah dibebaskan.
Emil mengklaim, luas lahan yang telah dibebaskan mencapai 300 hektar, berada di blok Utara dan Selatan. Sedangkan yang dipersoalkan berada di blok tengah. Namun, Emil merasa tidak tahu dimana lahan 72 hektar yang dimaksud warga. “Persoalannya pertama pemaksaan kehendak, kedua titik demo tidak relevansi, ketiga cara beruntung (negosiasi) belum ketemu,” bebernya. (rif)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses