Berharap Penanganan Cepat

Berharap Penanganan Cepat
Banjir yang melanda di salah satu daerah di Kabupaten Muratara.
Posted by:

BENCANA seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung yang terkadang melanda sejumlah daerah di Sumsel, tak pelak memberikan kerugian materil khususnya bagi masyarakat. Dengan bencana yang terjadi, warga yang terkena musibah bencana tentu berharap ada upaya ril dari pemerintah untuk melakukan langkah antisipasi.
Masyarakat di Kabupaten Muratara yang terkena bencana banjir mengaku, banjir bukan lagi menjadi momok bagi mereka. Muntaram, salah seorang warga Desa Pauh I Kecamatan Rawas Ilir mengungkap banjir sudah biasa dirasakan masyarakat dan bahkan sejak nenek moyang dahulu hingga sekarang.
Dalam satu tahun, lanjut Muntaram, banjir terjadi hingga tiga kali di Muratara. “Banjir hal biasa dialami oleh masyarakat disini dan juga hampir setiap tahun pasti banjir. Akan tetapi tahun ini banjir yang sangat luar biasa hingga tiga kali berturut-turut, “ujarnya. Meskipun demikian kata Muntaram, lanjutnya banjirpun tidak merendami rumah warga karena di Muratara rumah warga mayoritas panggung dan tentunya tinggi, akan tetapi tidak menutup kemungkinan ada rumah warga yang terendam banjir, karena ada sebagian rumah disini tiangnya rendah.
“Di sini (Muratara,Red) rumahnya tinggi semua, namun ada juga sebagian rumah yang terendam, “jelasnya. Apa yang dilakukan untuk kewaspadaan banjir? Muntaram menuturkan persiapan yang dilakukan membuat perahu, jika sewaktu-waktu banjir tentunya alat transportasi air ada. Jadi walaupun banjir tidak menggangu aktivitas untuk pergi kekebun atau lainnya.
“Kita mempersiapkan diri untuk membuat perahu sebagai alat transporsi air, ” tuturnya. Senada dikatakan Munir, warga Desa Lawang Agung Kecamatan Rupit. Dia mengungkapkan, banjir sekarang ini sangat luar biasa, sebab selama ini desa Lawang Agung jarang sekali terendam banjir. “Ya sangat luar biasa banjir tahun ini, “ungkapnya.
Disinggung persiapan menghadapi banjir?. “Tidak ada, sebab banjir itu adalah bencanadan sudah kehendak tuhan dan paling kita mempersiapkan diri untuk mengungsi. Namun disini mengingat banyak warga yang tidak memiliki perahu dan tidak ada alat transportasi air, tentunya mempunyai kendala jika banjir dan susah untuk beraktivitas.
Namun Munuir berharap, adanya bantuan perahu karet dari pemerintah, jadi ketika banjir warga tidak kesulitan untuk mengangkut barang-barang dan juga aktivitas warga tidak terhambat. “Mengharapkan bantuan perahu karet dari pemerintah, ” pintanya.
Sedangkan sejumlah warga di Kabupaten Muba mengaku, telah waspada bencana. Ari (26), salah seorang warga Sanga Desa mengatakan, memang daerahnya kondisinya cukup rendah apa lagi di daerah desa Ulak Bacang SP 1 dan Sp 2 serta di SP 3 desa Jud 1,dengan itu meminta agar warga yang desanya sering kali terendam agar dipindahkan ke tempat yang aman dari banjir.
“Ya, kalau bisa warga yang sering tempatnya terendam banjir agar dipindahkan saja ketempat yang aman itu yang paling utama,kasihan mereka kalau setiap tahunnya kebanjiran terus,” harapnya. Sementara itu Azmi (26) warga Kecamatan Lais mengungkapkan, agar pemerintah dapat melakukan antisipasi cepat. “Salah satunya memindahkan warga ke tempat yang aman,” ujarnya.
Selanjutnya warga Lahat berharap agar pemerintah dapat menyediakan penampungan dan keperluan tanggap darurat bencana. Sebab bencana ini merusak apa saja yang dilewatinya. “Penyelamatan dan tempat penampungan itu yang pertama kali diperlukan,” kata Ferry (38), warga Tanah Pilih, Desa Batay, Kecamatan Gumay Talang.
Menurutnya, penangan cepat diperlukan sebab dalam bencana biasanya terdapat anak-anak, bahkan bayi. Bila terlambat memberikan pertolongan, tentu fatal akibatnya. Namun, dirinya memuji langkah yang diambil BPBD Lahat beberapa waktu lalu. Saat mengetahui terjadi banjir, yang sudah merendam puluhan rumah, satgas tanggap darurat langsung turun kelokasi menyelamatkan warga yang masih terjebak banjir.
“Apa yang dilakukan BPBD sudah benar, dan kami merasa sangat terbantu,” katanya. Bagian lain, bencana tanah longsor juga rawan terjadi di wilayah Kecamatan Tanjung Sakti Pumi dan Pumu. Ruas jalan di wilayah berbatasan langsung dengan Provinsi Bengkulu itu, kerap tertutup longsor.
Warga pun berharap penangan dengan membuka akses badan jalan dapat dilakukan cepat. “Inikan jalan satu-satunya yang terdekat bagi kami ke Bengkulu, bila jalan tertutup menghambat segala aktifitas bagi kami,” ujar Trilita (40), warga Desa Tanjung Sakti, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi.Untuk mengantisipasi tanah longsor di wilayah terjauh dari pusat Kota Lahat itu, alat berat telah disiagakan. Bila terjadi bencana longsor, alat berat langsung bergerak membuka badan jalan.(rif/omi/cw01)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses