Berjualan Demi Kebutuhan Hidup

Berjualan Demi Kebutuhan Hidup
Posted by:

PALEMBANG – Usai yang sudah mencapai kepala 7 seharusnya sudah bersama keluarga di rumah, namun berbeda dengan Nenek Rukmini yang masih berjualan di Pasar 16 Ilir. Pasalnya Ia hidup sebatang kara, Nenek Rukmini juga harus membiayai kebutuhan hidupnya dengan berjualan cabe, tahu dan juga tauco setiap harinya.
Saat pantauwan kesana, terlihat salah satu pedagang Nenek Rukmini di Pasar 16 Ilir dengan rasa letih dan raut wajah yang sudah mulai tua. Meskipun begitu, Nenek Rukmini tetap setia menunggu para pembeli yang datang menghampirinya.
Nenek rukmini menceritakan dirinya sudah puluhan tahun berjualan di Pasar 16 Ilir. “Saya berangkat dari rumah pada pukul 08:00 WIB. Dan pulang sekitar pukul 17:00 WIB, dari rumah dirinya naik becak dan nanti pulangnya juga dijemput becak langganan,” katanya.
Sebelum berangkat ke lokasi jualannya, dirinya menyempatkan mengambil dagangannya ke pedagang lainnya seperti cabe, tahu dan juga tauco. “Saya hanya bisa menjual ini saja. Untuk sebungkus tahu sumedang tersebut di jual seharga Rp 6.000 perbungkus dan cabe satu ons berkisar Rp 4.000, serta tauco dengan harga Rp 5.000 perbungkusnya,” jelasnya.
Dirinya sendiri hanya hidup sebatang kara. Mau tidak mau saya harus berjuang bertahan hidup, seperti menjual kebutuhan ibu rumah tangga. “Dari hasil didapat, dirinya mengantongi uang sebesar Rp 40.000. per harinya, jumlah itu pun belum di potong dengan membayar upah jasa becak sebesar Rp 10.000. Itupun kalau rame, kalau sepi kadang tidak bawa uang sama sekali,” ungkapanya.
Menjadi sebatang kara kadang membuat Ia bosan. “Ya, untung banyak teman-teman sesama jualan, selalu menghiburnya dalam berjualan ini. Harapan kedepan bsia diberikan kesehatan dan murah rezeki,” pungkasnya. (roi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses