Berlumpur Hingga Rusaknya Fasum

Berlumpur Hingga Rusaknya Fasum
Posted by:

*Dampak Galian Pipa Gas

BANYUASIN – Pembangunan Pipa Gas Milik SKK Migas, masih menyisakan persoalan, Contohnya saja ruas jalan Km12 – Betung tepat di Kelurahan Air Batu yang sering disebut Jalan Tuggu KB, tergenang tanah lumpur sisa galian pipa tersebut. Tak ayal arus kendaraan yang melintas di jalan Provinsi itu mengalami berlambatan sehingga menyebabkan kemacetan hampir setiap harinya. Suparman, Warga Air Batu, menceritakan kondisi jalan tergenang lumpur dan berlubang, mengakibatkan sejumlah pengendara, khusunya roda 2 harus exstra hati – hati saat melintas dijalan tersebut.

“ Lihat saja mas, kondisi jalan tergenang lumpur akibat sisa galian pipa milik SKK Migas, tak hanya itu saja, selain berlumpur juga jalan itu berlubang, kami sudah biasa melihat sepeda motor terjatuh terperosok di jalan tersebut,” Keluh Suparman, saat berbincang bincang dengan Wartawan koran ini, Pada Selasa (15/4). Sambung Pria 3 orang anak ini, warga berharap adanya solusi dari pihak SKK Migas dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin, untuk memperbaiki ruas jalan berlumpur itu.
“ Mestinya dicarikan solusi, bagaiman jalan tersebut tidak lagi berlumpur, padahal jalan ini milik Provinsi Sumsel seharusnya jalan penghubung antar Kabupaten ini sudah baik, apalagi menjelang bulan puasa, aktivitas kendaraan diperkirakan akan meningkat,” harap dia. Hal serupa diungkapkan Kepala PDAM Tirta Betuah Talang Kelapa KepalaWelly, dampak dari pembangunan pipa milik pertagas merusak jaringan pipa milik PDAM Tirta Betuah. Sehingga retribusi ke pelangan tersendat.
“ Ya ada beberapa titik jalur retribusi air bersih mengalami kerusakan, dan hal ini menjadi kendala bagi kami untuk mengalirkan air ke konsumen, akibat rusaknya pipa tersebut,” tegas dia. Lebih lanjut Welly, mengatakan, pihaknya sudah melakukan komunikasi ke pihak Sub- Kontraktor Pertagas, mengenai kerusakan pipa tersebut akan tetapi mereka meminta klem dari PDAM.“Menurut merek, pihak PDAM lebih dulu melakukan perbaikan bagian pipa rusak tersebut, kemudian baru dilakukan kleim ke pihak Pertagas, “ kata dia.
Yang menjadi persoalan, perusahaan Daerah PDAM Tirta Betuah tidak ada anggaran untuk melakukan perbaikan jaringan rusak tersebut. Alhasil dari rapat internal seluruh bahan perbaikan jaringan itu, bayar tempo ke salah satu agen peralatan pipa.“Terpaksa kami menjaminkan ke agen untuk bayar tempo, setelah adanya pembayaran dari Pertagas baru dilakukan pembayaran ke agen pipa tersebut,” keluh dia.
Terkait Keluhan masyarakat mengenai rusaknya Fasum dan Terjadinya Kemacetan di sepanjang jalan KM 12, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, Manager PT Pertagas Eko Yoga Yama, mengatakan pihaknya siap untuk melakukan koordinasi.“Ya apa yang menjadi keluhan masyarakat tentu akan kami tampung, kemudian dalam waktu dekat ini kami akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait,” Kata Manager Pertagas ini, beberapa waktu lalu. (cw04)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses